29 September 2020, 20:54 WIB

Telusuri Korban Pelecehan Lain di Bandara Soetta, Polisi Cek CCTV


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KEPOLISIAN memeriksa rekaman CCTV selama tiga bulan terakhir untuk melihat kemungkinan korban pelecehan lain yang dilakukan oleh petugas rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, Eko Firstson Yuswardinata alias EFY.

Seperti diketahui, EFY merupakan petugas dari PT Kimia Farma yang bertugas menyiapkan rapid tes di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. EFY menyusun rencana untuk menipu penumpang berinisial; LHI dengan menyatakan hasil tesnya reaktif dan meminta sejumlah uang untuk mengganti hasil tes itu menjadi non-reaktif agar bisa melanjutkan penerbanga,

EFY memeras LHI dengan uang Rp1,4 juta dan setelah itu menurut pengakuan LHI juga dilakukan pelecehan. Kejadian itu diunggah LHI di akun twitter miliknya @listongs.

Sempat kabur ke Sumatera Utara, EFY kini telah diamankan pihak kepolisian. Atas perbuatannya, EFY dijerat pasal 289 KUHP dan atau 294 KUHP tentang asusila dan perbuatan cabul, dan atau 368 KUHP tentang ancaman disertai kekerasan dan atau 378 KUHPidana tentang penipuan.

Baca juga : Direktur Jasa Multi Media Didakwa Gelapkan Pajak Rp21,2 Miliar

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan EFY yang telah bekerja di PT Kimia Farma sejak tiga bulan lalu itu mengaku baru sekali melakukan perbuatannya itu. Namun, pihaknya akan tetap memeriksa rekaman cctv di bandara.

"Kita mundur ke belakang 3 bulan lalu mengecek cctv yang ada, memang kami belum menemukan perbuatan EFY di luar dari berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan juga baru kali ini," kata Yusri, ketika ditemui di kantornya, Selasa (29/9).

Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya juga meminta korban yang merasa ditipu dan dilecehkan EFY bisa melapor ke kantor polisi.

"Saya mengimbau kalau memang ada korban lain silakan melaporkan ke Polres Bandara Soetta untuk kasus masalah ini, kami akan tindak lanjuti," kata Yusri. (OL-7)

BERITA TERKAIT