29 September 2020, 19:12 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Ribuan Petani di NTB Diberdayakan


Mediaindonesia.com | Nusantara

KETAHANAN pangan nasional merupakan benteng terakhir dalam menjaga perekonomian sebuah bangsa Indonesia. Hal itu harus dijaga mengingat saat ini Indonesia sedang berjuang untuk bangkit dan terbebas dari pandemi covid-19 yang sudah berjalan hampir tujuh bulan terakhir.

Ketua Dewan Penasehat Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN), Gus Syauqi Ma'ruf Amin, mengatakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional pihaknya ikut ambil bagian dalam pemberdayaan ribuan petani, salah satunya di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga: Ini Penjelasaan Nilai Tukar Petani Turun di Saat Panen Raya

"KMSN berkerja sama dengan Sintesa Persada merancang program untuk memberdayakan ribuan petani yang berada di NTB. Kami ingin ikut mengoptimalkan sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional," kata Gus Syauqi dalam keterangan, Selasa (29/9/2020).

Program tersebut diberi tajuk Tani Mandiri Nusa Tenggara Barat (Taman Nusatera). Ketua Dewan Penasehat KMSN, Gus Syauqi Ma'ruf Amin, yang juga Putra Wakil Presiden rencananya akan meluncurkan program Taman Nusatera tersebut pada Kamis (1/10/2020) nanti.
 
"Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat guna menghadapi ancaman resesi ekonomi akibat pandemi covid-19. Saya optimistis jika semua pihak bersinergi, baik pemerintah dan swasta, cita-cita mewujudkan ketahanan pangan akan tercapai," imbuhnya.

KMSN dan Sintesa Persada beserta ribuan petani akan melakukan penanaman bibit jagung di 10 ribu hektare lahan yang berada di tiga kabupaten, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa.

"Petani merupakan pahlawan ketahanan pangan sebuah bangsa. Karena itu, semua pihak yang terkait, sudah seharusnya membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Petani jangan hanya dijadikan simbol dan memanfaatkan," sambungnya.

Menurut dia, KMSN dan Sintesa Persada akan menggandeng BNI 46 untuk menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani. Program ini juga akan melibatkan Pupuk Kaltim (PKT) dan Jasindo untuk asuransi bila gagal panen.

Sementara itu, Danrem 162 Wirabakti Brigjen Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya akan memberikan pengamanan di bidang ketahanan pangan ini.

"Para Babinsa (Bintara Pembina Desa) akan kami kerahkan untuk turut menjaga keamanan produksi pertanian, baik itu pada masa tanam hingga pascapanennya," tegasnya.

Sementara itu, Project Manager Sintesa Nusantara Yusuf Mansur menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan program Taman Nusatera.

Baca juga: Menguntungkan, Koperasi Petani Harus Didukung

Yusuf berharap akan menjalankan fungsi sebagai aggregator berbagai program pemerintah serta sistem manajemen dalam proses budidaya dan penanganan pascapanen.

"Kami di Sintesa Persada akan fokus pada pendampingan petani dalam proses penanaman serta kesadaran berkelompok untuk membangun kemandirian ekonomi para petani. Dengan kesadaran itu para petani mampu melakukan kemitraan yang profesional dan proporsional dengan semua pihak terkait," pungkas Yusuf. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT