29 September 2020, 19:15 WIB

Laboratorium PCR di Kepulauan Nias Beroperasi Pekan Depan


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan mengoperasikan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kepulauan Nias mulai pekan depan. Pengoperasian laboratorium ini sebagai salah satu upaya mempercepat penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengungkapkan saat ini seluruh komponen yang dibutuhkan untuk pengoperasian Laboratorium PCR di Nias sudah tiba. "Laboratorium sudah bisa beroperasi penuh mulai minggu depan," ujarnya, Selasa (29/9).

Dia menuturkan, pengoperasian laboratorium itu agak sedikit terlambat karena sebelumnya sudah ada komponen yang akan dikirim ke Nias, tetapi batal dan dialihkan ke Kota Padangsidimpuan karena komponen tersebut dinilai belum sesuai dengan yang dibutuhkan. Pemprov Sumut ingin komponen lab yang dikirim harus lengkap (full sheet).

Namun kini sudah ada yang dikirim lagi dengan komponen yang lengkap dengan kapasitas 5.000 kali pemeriksaan. Laboratorium tersebut akan dioperasikan di RSUD Gunungsitoli.

"Laboratorium ini ini adalah bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan biaya pengoperasian awal sekitar Rp8 miliar," ungkapnya.

Tim dari Gugus Tugas Provinsi juga sudah dikirim ke Nias untuk memberikan pelatihan kepada para tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan laboratorium dan mengambil sampel di lapangan. Petugas  akan terdiri dari 2-3 tim dengan jumlah 12-15 orang, sedangkan jumlah petugas lapangan tergantung kebutuhan dari lima kabupaten/kota yang ada di Kepulauan Nias.

Selama ini untuk mendeteksi Covid-19, RSUD Gunungsitoli masih menggunakan metode Test Cepat Molekular (TCM), tetapi catridge untuk TCM telah habis. Untuk sementara, upaya pelacakan kasus dan pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan 2.850 Rapid Test Antigen dengan tingkat keakurasian sekitar 70%.

Anggota Tim Lab Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Lia Kusumwati, laboratorium PCR yang akan dioperasikan di RSUD Gunungsitoli memiliki kapasitas pengujian sebanyak 188-192 sampel per hari.

"Sekali beroperasi mampu menguji 96 sampel dengan kontrol negatif dan positif. Dalam satu hari Lab ini memungkinkan untuk dioperasikan dua kali. Jadi satu hari kita bisa menguji sekitar 192 sampel," paparnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT