29 September 2020, 18:35 WIB

Curah Hujan Mulai Tinggi, Bencana Hidrometeorologi Ancam Sukabumi


Benny Bastiandy | Nusantara

WARGA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi menyusul prediksi intensitas curah hujan cukup tinggi. Imbauan itu tak terlepas juga kejadian bencana banjir bandang yang menerjang 12 desa dari 1 kelurahan di tiga kecamatan pekan lalu.

Penjabat Sementara Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhammad, menegaskan saat ini curah hujan mulai terpantau berintensitas cukup sedang hingga tinggi di Kabupaten Sukabumi. Perlu kewaspadaan dini agar potensi-potensi bencana bisa diantisipasi agar tak menimbulkan korban jiwa.

"Semua masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi saya imbau untuk selalu waspada (bencana). Apalagi sekarang sudah masuk musim hujan," kata Gani Muhammad, di sela peninjauan ke lokasi bencana banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Selasa (29/9).

Karakteristik wilayah di Kabupaten Sukabumi terpetakan rentan berbagai bencana. Karena itu, butuh kesadaran dari masyarakat sendiri agar bisa mencegah terjadinya korban jiwa saat terjadi bencana. "Intinya, tingkatkan kewaspadaan," imbuhnya.

Di sisi lain, penanganan pascabanjir bandang di Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parungkuda, dan Kecamatan Cidahu, masih terus dilakukan sampai sekarang. Kedatangan Pjs Bupati juga untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik, seperti pemulihan wilayah yang dilanda bencana, pengelolaan dan pendistribusi logistik, serta koordinasi kerja lintas sektor.

"Sesuai laporan dan melihat langsung ke lapangan, semua elemen bahu-membahu. Mereka terus berjibaku membantu penanganan. Hasilnya sangat signifikan. Saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukabumi mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan dari semua pihak untuk membantu penanganan bencana," ujarnya.

Gani Muhammad juga mengingatkan agar dalam penanganannya tetap harus memerhatikan penerapan protokol kesehatan. Terutama di posko pengungsian yang harus dijaga jaraknya, disediakan masker, serta tempat mencuci tangan. "Jangan sampai ada klaster baru. Jadi semua harus disiplin," ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sukabumi, banjir bandang akibat meluapnya aliran Sungai Cicatih-Cipeuncit, Senin (21/9) pekan lalu, dilaporkan terdapat sebanyak 283 unit rumah yang rusak dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 284 kepala keluarga atau 939 jiwa. Sedangkan korban jiwa tercatat tiga orang.

Rumah rusak ringan terdata sebanyak 151 unit, rusak sedang sebanyak 50 unit, dan rusak berat sebanyak 82 unit. Selain itu, terdapat juga fasilitas dan infrastruktur yang mengalami kerusakan terdiri dari 1 unit ruko rusak berat, 1 unit TPT rusak berat, 7 unit jembatan rusak berat, 1 unit jembatan rusak sedang, 1 unit jembatan terancam, 1 bendungan rusak berat, 1 unit pipa air bersih rusak berat, dan 1 unit musala rusak berat.

Tiga orang meninggal dunia karena terbawa hanyut banjir bandang. Jasad ketiganya sudah berhasil ditemukan. Terdapat juga 10 orang warga yang
mengalami luka.

Di Kecamatan Cicurug, wilayah yang diterjang banjir bandang berada di Desa Cisaat, Desa Pasawahan, Kelurahan Cicurug, Desa Mekarsari, dan Desa Bangbayang. Di Kecamatan Parungkuda, banjir bandang juga menerjang Desa Langensari dan Desa Kompa. Sedangkan di Kecamatan Cidahu, banjir bandang menerjang Desa Babakanpari, Desa Pondokkaso Tengah, Desa Pondokkaso Tonggoh, Desa Jayabakti, Desa Girijaya, dan Desa Cidahu. (R-1)

 

BERITA TERKAIT