29 September 2020, 18:30 WIB

KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Jembatan Waterfront City Kampar


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek jembatan waterfront city di Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2015-2016.

Kedua tersangka yang ditahan, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar bernama Adnan dan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa.

"Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka ini ADN (Adnan) dan IKT (I Ketut Suarbawa) ditahan selama 20 hari ke depan terhitung hari ini hingga 18 Oktober mendatang di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (29/9).

KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka sudah sejak Maret 2019. Selama penyidikan, KPK telah memeriksa 73 orang saksi terdiri dari pihak Pemkab Kampar, Pokja PBJ Kabupaten Kampar, DPRD Kabupaten Kampar, peserta lelang, pelaksana proyek serta subkontraktor, ahli pengadaan barang dan jasa, dan ahli konstruksi.

Baca juga : KPK Limpahkan Berkas Kasus Nurhadi dan Menantunya

Dalam kasus itu, Adnan diduga menerima uang Rp1 miliar sebagai fee 1% dari nilai kontrak pembangunan jembatan waterfront city untuk konstruksi fondasi yang senilai Rp15,19 miliar.

KPK menduga adanya kolusi dan pengaturan tender yang dilakukan oleh para tersangka. Akibat kolusi itu, KPK menaksir terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp50 miliar dari nilai proyek. Adapun nilai proyek keseluruhan secara tahun jamak pada tahun anggaran 2015-2016 senilai Rp117,68 miliar.

Kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (P-5)

BERITA TERKAIT