29 September 2020, 18:10 WIB

Kota Cirebon Krisis Ruang Perawatan Pasien Covid-19


Nurul Hidayah | Nusantara

MENINGKATNYA kasus Covid-19 membuat Kota Cirebon, Jawa Barat mengalami krisis ruang perawatan. Kapasitas ruang isolasi di Gedung Diklat KB, Jalan Sudarsono, Kota Cirebon, tinggal tersisa dua bed. Sedangkan di RSUD Gunung Jati, Cirebon sudah terisi 80 persen.

"Rencananya, kami akan menyewa 3 hotel dengan kapasitas 200 tempat tidur untuk dijadikan tempat isolasi warga yang terpapar Covid-19," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto, Selasa (29/9).

Ia mengatakan naiknya kasus Covid-19 di Kota Cirebon disebabkan banyak faktor. Salah satunya masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. "Adaptasi kebiasaan baru dibuka. Orang berkeliaran dari mana-mana. Di Kota Cirebon dalam sehari itu 1 juta orang berinteraksi," ungkap Edy.

Sosialisasi untuk menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, juga banyak diabaikan warga. Tidak  heran jika saat ini Kota Cirebon sudah ditetapkan sebagai zona merah
penyebaran covid-19 di Jawa Barat.

Selain itu, Dinkes Kota Cirebon, juga membuka rekrutmen bagi tenaga medis. Secara keseluruhan Edy mengaku membutuhkan tambahan 36 paramedis dan  18 tenaga umum.

"Tenaga medis yang baru direkrut tersebut nantinya akan ditempatkan di tiga hotel tempat isolasi. Mereka sudah siap bertugas pada 1 Oktober mendatang," ungkap Edy.

Dijelaskan Edy penambahan kasus warga yang terpapar covid-19 di Kota  Cirebon saat ini semakin tinggi. Kondisi tersebut membuat dokter-dokter
di puskesmas mengalami kelelahan. "Dalam sehari mereka bisa menangani 100 hingga 200 pasien," ungkap Edy. (R-1)

 

BERITA TERKAIT