29 September 2020, 18:00 WIB

Mahfud: Belum Ada Kepastian Menangani Penyebaran Paham Radikalisme


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

PEMERINTAH mengajak berbagai kalangan mengantisipasi rongrongan kelompok radikal yang mengganggu keutuhan negara dan Pancasila. Pasalnya, tidak adanya kepastian tindakan hukum terhadap individu atau Ormas yang menyebarkan paham-paham radikal menyebabkan terjadinya kompleksitas dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. 

"Tugas menjaga keutuhan bangsa adalah tugas yang berat seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Apalagi (kita) dihadapkan dengan tidak adanya kepastian tindakan hukum oleh aparat keamanan bagi Individu atau Ormas yang menyebarkan paham-paham Radikalisme," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam sambutannya pada acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Penanganan Ormas Radikal, Selasa (29/9).

Hadir sebagai pembicara dalam acara itu, Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri Umar Effendi, Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Azyumardi Azra, dan Guru Besar UI Topo Santoso.

Selain paham radikal, Mahfud juga menyebutkan sejumlah ancaman lain yang apabila tidak ditangani akan dapat mengancam keutuhan bernegara. “Menguatnya politik identitas, berkembangnya ujaran kebencian dan hoaks, serta ancaman-ancaman lain yang apabila tidak ditangani akan dapat mengancam keutuhan NKRI,” jelasnya.

Baca juga : Generasi Muda Harus Mampu Beradaptasi Terhadap Perubahan

Menurut Mahfud, selama ini Pancasila sebagai ideologi dasar bangsa Indonesia telah memberikan bukti konkret betapa Indonesia tetap Bersatu, dengan berbagai dinamika dan perbedaan latar belakang bangsanya. "Pancasila sebagai Ideologi negara telah terbukti mampu menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang dapat merajut ke-Bhinneka-an di tengah berbagai tantangan bangsa," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu sekali lagi mengajak semua pihak untuk aktif dalam upaya merawat dan menjaga keutuhan Indonesia dengan Pancasila dan NKRI-nya. "Saya mengajak saudara-saudara yang hadir dalam acara FGD ini untuk lebih aktif dan lebih giat lagi dalam mengabdi bagi tegaknya NKRI dengan mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan stabilitas keamanan dan penegakan hukum guna mendukung pembangunan Indonesia yang semakin berkualitas ke depan," sambungnya.

Mahfud yakin dengan kerjasama yang baik dan sinergitas yang berkelanjutan dapat menuai hasil yang positif sesuai dengan keinginan bersama, yakni merawat Indonesia tetap eksis. "Saya yakin melalui semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan, serta saling bersinergi didukung dengan kerja keras, kita semua akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong," pungkasnya. (P-5)

BERITA TERKAIT