29 September 2020, 17:20 WIB

Rekind dan Hyundai Garap Proyek TPPI Olefin Complex


Abdillah M Marzuqi | Nusantara

PT Rekayasa Industri (Rekind) bersama Jo Hyundai lolos proses tender proyek pembangunan pusat produksi olefin dan aromatic milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jatim.

Rekind merupakan BUMN di bidang engineering, procurement, construction and commisioning (EPCC).

Rekind bersama Jo Hyundai Enginering yang tergabung dalam Konsorsium Technip lolos sebagai penawar terbaik secara administratif, teknikal dan komersial dalam proses tender proyek strategis nasional tersebut.

"Kami bersyukur proses tendernya berjalan lancar, bersih, sesuai dengan harapan kita bersama. Sehingga proyek bisa segera terealisasi dan Rekind kembali berkarya dalam pengembangan perekonomian bangsa," ujar SVP Corporate Secretary & Legal PT Rekind Edy Sutrisman melalui keterangan tertulis, Selasa (29/9).

Proses tender ini merupakan bagian dalam upaya untuk segera mewujudkan harapan pemerintah Indonesia menekan angka impor migas.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton/tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton/tahun, serta Polipropilena (PP) 600.000 ton/tahun.

Mengingat strategisnya proyek ini, jelas Edy, PT Pertamina (Persero) selaku pemilik 51% saham PT TPPI mendesain jalannnya proses tender DBC Olefin TPPI dengan bersih dan transparan.

Bahkan pelaksanannya juga disupervisi langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Polri.

Menurut Edy, keterlibatan Rekind dalam proyek TPPI bukan kali ini terjalin. Sebelumya, pada awal 2020, Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini juga terlibat dalam pengerjaan EPCC yang fokusnya bagi pembangunan 5 Tanki Produk milik PT TPPI di Tuban, Jawa Timur.

Proyek pembangunan 5 Tanki Produk TPPI ditargetkan rampung pada 2 Desember 2021.

Dalam proyek ini Rekind merupakan single entity (tidak berpartner) dan berperan sangat strategis untuk bidang EPCC.

Tangki yang dibangun meliputi 3 unit Tangki Mogas dengan kapasitas masing-masing 40.000 meter kubik, dengan diameter mencapai 63.8 meter dan tinggi 14.95 meter.

Kemudian, 1 unit Tangki Paraxylene dengan kapasitas 38.000 meter kubik, diameter 62 meter dan tinggi 14.95 meter serta 1 unit Tangki Sweet Naphtha dengan kapasitas 15.200 meter kubik dengan diameter 39.3 meter dan tinggi 14.95 meter. (OL-8)

BERITA TERKAIT