29 September 2020, 13:10 WIB

Pemprov Jabar Beri Pelatihan Persiapan Kerja bagi Siswa SMK


Mediaindonesia.com | Nusantara

SEJAK awal tahun kuartal pertama, Indonesia dihadapi oleh tantangan pertumbuhan ekonomi yang terus menerus turun karena wabah covid-19. Hal itu berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, khususnya para lulusan baru SMK. Sebagai respon terhadap masalah ini, Infra Digital Foundation mendapatkan dukungan penuh dari PT Mastercard Indonesia dan Pemprov Jawa Barat serta Dinas Pendidikan Jawa Barat mengadakan pelatihan intensif Cyber Security Training sejak Maret 2020 sampai tahun 2022 kepada 6000 siswa-siswi SMK dan 158 guru di Jawa Barat, yang bertujuan untuk menyiapkan digital talent khususnya bidang Cyber Security di Indonesia.

Program Cyber Security Training diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara kebutuhan kompetensi yang dicari oleh industri dan lulusan SMK di bidang cyber security. Indonesia memiliki jumlah siswa IT yang sangat banyak dengan angka 1.134.160 siswa (Dapodik data, 2019); yang juga sebagai jurusan penyumbang lulusan pengangguran SMK terbanyak dengan angka sekitar 228.554 orang (BPS, 2018).

Baca juga: Kemendikbud Rancang Lulusan SMK Dapat Ijazah D1/D2

Di era yang sangat kompetitif ini, kemampuan hard skill seperti cyber security saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kemampuan soft skill yang mumpuni. Oleh karena itu Infra Digital Foundation kembali mengadakan Pelatihan Persiapan Kerja (Cyber Security Professional Development) kepada 495 peserta Cyber Security Training (daring) sebagai bagian dari rangkaian Cyber Security Traing. Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membekali peserta sebagai calon cyber security talent dalam memasuki dunia kerja.

Diungkapkan Senior Talent Acquisition Consultant, Dinar Syarita Bakti berdasarkan hasil survey need assessment kepada 289 peserta cyber security training, sebanyak 34,78% tidak mengetahui cara membuat CV yang baik dan sebanyak 22,84% tidak bisa menulis email yang baik. "Di tengah situasi pandemi saat ini, masih banyak peluang yang dimiliki pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan, kuncinya adalah percaya diri akan kompetensi yang dimiliki."

Sementara itu, penasehat Maxima, Ivan Ahda  menyebut pentingnga komunikasi, kemampuan bekerja sama, dan kemampuan kepemimpinan dalam bekerja. "Hal-hal yang dibutuhkan dalam kerjasama yaitu komunikasi, empati, jujur, tanggung jawab, dan kolaborasi. Lalu kemampuan kepemimpinan dapat diasah dengan cara manajemen diri, kontrol diri, dan proaktif. Manajemen diri yaitu membangun kebiasaan baik dengan manajemen waktu dan memantau kegiatan harian. Kontrol diri yaitu membuat prioritas dan jauhkan distraksi yang dapat menghalangi dari tujuan," ujarnya. (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT