29 September 2020, 16:14 WIB

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bengkulu Berhenti Melaut


Marliansyah | Nusantara

NELAYAN di tujuh kabupaten/kota di Bengkulu,  melaut akibat cuaca ekstrem di Samudera Hindia selama sepekan terakhir. Para nelayan tersebut tersebar di Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma,  dan Kota Bengkulu.

Buyung, 45, nelayan di Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu mengatakan, dengan kondisi cuaca yang tak menentu sebagian nelayan lebih baik menepikan perahunya. "Sumber mata pencarian hidup sehari-hari nelayan hanya menangkap ikan dengan kondisi seperti ini maka penghasilan tidak ada hanya  menganggur saja di rumah," katanya, Selasa (29/9).

Hal yang sama dikatakan Cik Hamdan, 52, nelayan di Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu. Ia mengatakan sudah sepekan terakhir berhenti melaut karena gelombang tinggi dan juga demi keselamatan. "Sudah satu pekan terakhir kami tidak turun melaut mencari ikan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di Samudera Hindia dapat membahayakan keselamatan," katanya.

Jika paksakan untuk melaut, lanjut dia, akan berpengaruh terhadap keselamatan dan dalam kondisi seperti ini nelayan jarang mendapatkan ikan. Saat ini nelayan yang lain banyak yang menganggur dan sambil menunggu cuaca baik sebagian nelayan memperbaiki alat tangkap atau menjadi buruh bangunan.

Sementara itu, Stasiun BMKG Bengkulu memperkirakan perkiraan cuaca hujan dan angin kencang saat ini akan berlangsung hingga minggu mendatang. BMKG telah mengimbau kepada nelayan dan masyarakat di Provinsi Bengkulu, agar selalu waspada dan terutama para nelayan untuk sementara tidak melaut. (R-1)

BERITA TERKAIT