29 September 2020, 15:55 WIB

Epidemiolog: Kasus Melandai, Tapi Efektivitas PSBB Jakarta Menurun


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko menyebut efektivitas PSBB ketat jilid 2 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menurun dibandingkan PSBB jilid 1.

Pada PSBB jilid 1 yang berlangsung pada awal April hingga awal Juni lalu itu, Pemprov DKI berhasil menekan penularan kasus hingga 70%. "Kalau saat ini baru di angka 50%," kata Tri saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (29/9).

Selain itu, dari mobilitas warga saat ini masih berkisar 50% yang beraktivitas di luar rumah. Sementara pada PSBB jilid 1, persentase warga yang beraktivitas di luar rumah hanya 40%.

Baca juga: PSBB, DPRD Minta Anies Dorong Pusat Beri BLT ke Warga DKI

"Dari jumlah pelandaian kasus memang ada. Tapi tidak sesignifikan waktu PSBB jilid 1. Waktu itu landainya benar-benar terlihat. Kapasitas RS pun tidak sampai penuh sampai harus ditambah-tambah seperti saat ini," ujarnya. Hal itu kata Tri terjadi karena pengetatan yang dilakukan pada PSBB jilid 2 lebih longgar dibandingkan PSBB jilid 1.

Saat PSBB jilid 1, aktivitas warga benar-benar dibatasi. Hanya 11 sektor usaha yang diperbolehkan untuk beroperasi.

Sementara saat ini, seluruh sektor boleh beroperasi dengan pembatasan karyawan.

Menurutnya, PSBB ketat pun sulit untuk menurunkan laju penurunan kasus covid-19 dengan cepat apabila tidak dibarengi kedisiplinan masyarakat dan keseriusan pemda menangani covid-19. "Tidak akan selesai satu bulan. Ini harus diperpanjang terus sampai benar-benar maksimal pelandaian kasusnya," tegas Tri.(H-3)

BERITA TERKAIT