29 September 2020, 13:12 WIB

Turnamen Seri Asia Mundur, Indonesia Masters Terancam Batal


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

SETELAH mengumumkan tidak diadakannya Denmark Masters, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan akan memundurkan turnamen seri Asia menjadi Januari 2021 yang sebelumnya dijadwalkan pada November tahun ini.

Dalam Seri Asia itu, Thailand akan bertindak sebagai tuan rumah untuk tiga turnamen, yakni Asia Open I dan Asia Open II yang merupakan turnamen level Super 1000, serta BWF World Tour Finals.

Saat ini, BWF bersama Asosiasi Bulu Tangkis Thailand dan pemerintah Thailand masih berupaya mempersiapkan turnamen dengan protokol covid-19 serta bubble sistem yang komprehensif.

Baca juga: PBSI Kesulitan Berlakukan Promosi Degradasi Tahun Ini

Menyikapi hal tersebut, PBSI, dalam keterangan resminya, menyatakan menghargai dan menghormati keputusan BWF. Sebab, bagi PBSI, kesehatan dan keselamatan para atlet dan seluruh pendukung turnamen merupakan prioritas utama.

"Sebetulnya kami sangat menyayangkan keputusan ini. Itu berarti setelah All England, tidak ada turnamen sama sekali untuk pemain Indonesia karena kami tidak ikut Denmark Terbuka. Namun, kami menghargai dan menghormati keputusan BWF yang kelihatannya masih mempertimbangkan situasi dan kondisi covid-19," ujar Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9).

Budiharto menyebut pihaknya memang mendengar pemerintah Thailand belum memberi lampu hijau tentang detail pelaksanaan turnamen. Hal tersebut yang mendorong BWF mengambil sikap dengan mempertimbangkan kondisi yang ada.

Dengan perubahan itu, praktis tidak ada kompetisi yang dapat diikuti para atlet bulu tangkis Indonesia. Sebab, meski Denmark Terbuka masih akan tetap berjalan, Indonesia tidak akan ambil bagian di turnamen tersebut.

Di sisi lain, turnamen Indonesia Masters yang biasanya dilangsungkan pada awal tahun pun masih belum dapat dipastikan, bahkan terancam tidak diadakan sesuai jadwal.

Jika mengacu pada skema turnamen beruntun di satu negara yang diterapkan BWF pada turnamen seri Eropa dan seri Asia, kemungkinan besar Indonesia Masters tidak bisa dilangsungkan sesuai jadwal.

"Sekali lagi, kebijakan BWF sekarang mengusahakan satu turnamen back to back di satu negara, artinya kalau turnamen seri Asia di Thailand pada Januari, maka perkiraan saya, Indonesia Masters tidak akan ada, mungkin saja akan digabung dengan Indonesia Terbuka, supaya sekali jalan," ungkap Budiharto.

Beberapa negara menerapkan prosedur karantina, sehingga penyelenggaraan turnamen di banyak negara dinilai tidak efektif karena banyak waktu terbuang. (OL-1)

BERITA TERKAIT