29 September 2020, 11:50 WIB

Covid-19 Penuh Ketidakpastian, Portofolio Dana Pensiun Perlu Aman


Raja Suhud | Ekonomi


OTORITAS  Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investasi dana pensiun di masa pandemi terus mengalami peningkatan.

Pada Juli 2020 investasi dana pensiun tumbuh 3,33% (yoy) yakni Rp282,74 triliun. Lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya, yakni Rp278,7 triliun pada bulan Juni 2020 dan Rp274,8 triliun pada Mei 2020.

Menurut Staf Ahli OJK, Ryan Kiryanto dalam sebuah diskusi daring, dari industri keuangan non-bank, investasi dana pensiun meningkat konsisten. Meski kenaikannya tidak besar. Pola peningkatan ini diharapkan terus berlanjut sampai akhir tahun ini, sehingga bisa menjadi modal yang baik di era new normal.

Mayoritas dana pensiun bermain di instrumen investasi fixed income yang lebih aman dan berisiko rendah. Namun mereka diperkirakan tidak bisa mengejar imbal hasil yang diinginkan ketika kondisi membaik. Misalnya, saat kupon obligasi dan nilai saham naik.

Di sisi lain, mereka perlu tetap konsisten dengan strategi investasi jangka panjang karena liabilitas mereka juga jangka panjang.

Demi mengejar imbal hasil, investasi di saham dan reksadana saham memang memungkinkan. Tapi bencana Covid-19 ini kejadian yang amat luar biasa. Agar tidak jatuh, maka dana pensiun diharapkan memperhatikan manajemen risiko serta kewajiban membayar manfaat pensiun jatuh tempo. Yang terpenting adalah porsi dan arahan investasi yang lebih berhati-hati dalam menghadapi dinamika pasar. Semua untuk kepentingan pendiri dan peserta.

Mayoritas dana pensiun  jika memiliki dana baru, cenderung akan dialokasikan ke deposito, obligasi, daripada mengisi berkurangnya alokasi investasi di saham dan reksadana.

Berbeda dengan Industri Asuransi yang lebih memilih strategi kocok ulang.  Padahal industri asuransi yang juga memiliki horison investasi jangka panjang seperti dana pensiun.
“Tidak ada satupun instrumen investasi yang dapat memberikan imbal hasil tertinggi setiap tahunnya. Portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, akan menambah nilai asset dan memberikan ketenangan pikiran.” tandas Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti. (E-1)

BERITA TERKAIT