29 September 2020, 11:07 WIB

Saudi Larang Impor Semua Produk Turki


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

HARIAN Cumhuriyet yang terkenal dengan kritiknya terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Minggu (27/9), mengatakan Saudi akan melarang semua impor Turki. Hal tersebut mulai berlaku pada Kamis (1/10).

Surat kabar itu mengatakan pembatasan tidak resmi pada beberapa barang dari Turki telah diberlakukan selama berbulan-bulan. Tapi langkah baru itu akan mencapai larangan impor Turki yang lebih formal dan lebih luas.

Tahun lalu, kerajaan menghentikan impor tekstil dan makanan yang mudah rusak dari Turki. Ini menyebabkan ratusan truk Turki yang membawa barang-barang ini terdampar di perbatasan Saudi.

Truk hanya diizinkan masuk setelah intervensi diplomat Turki dan tidak ada impor lebih lanjut dari barang-barang itu yang diizinkan. Menurut Cumhuriyet, produk apapun dengan cap buatan Turki akan dilarang memasuki Saudi mulai 1 Oktober.

The New Arab tidak dapat secara independen mengonfirmasi laporan Cumhuriyet. Ia telah menghubungi kedutaan Saudi di London tetapi belum menerima tanggapan.

Hubungan antara Arab Saudi dan Turki memburuk selama beberapa tahun terakhir. Ketika Saudi dan sekutunya memberlakukan blokade ekonomi di Qatar pada 2017, Turki menyuarakan dukungannya untuk Doha dan meningkatkan hubungan perdagangan dan militernya dengan negara itu.

Pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018, semakin memperburuk hubungan. Pada Senin (28/9), Turki mendakwa enam warga Saudi atas pembunuhan Khashoggi.

Turki dan Saudi juga mendukung pihak yang berlawanan dalam perang Libia. Sekarang ada laporan Riyadh dan sekutunya, UEA, marah atas dukungan Turki untuk Azerbaijan dalam konfliknya dengan Armenia atas wilayah Nagorny-Karabakh yang memisahkan diri.

Cumhuriyet mengatakan larangan Saudi atas barang-barang Turki dapat memengaruhi ribuan bisnis kecil dan menengah di republik itu. Soalnya, kerajaan menjadi pembeli barang Turki terbesar ke-15 di dunia.

"Pelanggan kami terbiasa dengan produk Turki. Mereka puas. Namun, mereka tidak dapat membeli barang kami lagi," kata seorang pengusaha Turki yang berbicara kepada Cumhuriyet tanpa menyebut nama.

Surat kabar Turki lainnya, Dunya, melaporkan Riyadh telah menginstruksikan bisnis individu Saudi agar tidak membeli barang-barang Turki. Ada pula denda jika tidak menaati instruksi.

Turki adalah pemasok utama furnitur ke Saudi. Cumhuriyet melaporkan semua perabotan hotel di Saudi diimpor dari Turki.

Sebelumnya, Arab Saudi biasa mengimpor barang senilai US$3,3 miliar dari Turki dan mengekspor produk senilai US$3 miliar ke negara itu. (The New Arab/OL-14)

BERITA TERKAIT