29 September 2020, 10:50 WIB

IHSG Diprediksi masih Melemah


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (29/9) dibuka pada level 4.929,3. Level ini sedikit terapresiasi dari penutupan kemarin di 4.906,55 per saham.

"IHSG diprediksi masih melemah. Secara teknikal IHSG masih bergerak pada tren bearish jangka menengah yang cukup kuat. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan terhadap kasus covid-19 secara harian yang semakin tinggi di dalam negeri. Investor akan mengantisipasi rilis beberapa data perekonomian serta perkembangan stimulus ekonomi dari Amerika Serikat," kata analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Selasa (29/9).

Pada perdagangan kemarin, pelemahan didorong sektor aneka industri (-1,97%) dan keuangan (-1,58%). Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan penurunan saham-saham big caps atau berkapitalisasi besar karena sentimen internal yang kurang mendukung sehingga tidak seirama dengan kondisi global yang berbalik positif.

"Realisasi kredit yang naik sedikit, penilaian resesi Indonesia, ancaman credit dispute perbankan menjadi sentimen negatif," kata Reza, saat dihubungi.

Bursa saham AS ditutup menguat dengan kondisi politik di AS yang andil mempengaruhi pergerakan saham. Debat antara Donald Trump dan Joe Biden belum menunjukkan keunggulan dari masing-masing pihak.

Investor lebih mencemaskan aturan pajak yang direncanakan oleh Joe Biden. Di sisi lain, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan bahwa Partai Demokrat sedang mengajukan paket stimulus sebesar US$2,4 triliun untuk bantuan covid-19.

Bursa Asia dibuka melemah setelah data global menunjukkan total 1 juta orang telah meninggal akibat covid-19. Hal tersebut memberikan kecemasan global. (OL-14)

BERITA TERKAIT