29 September 2020, 09:40 WIB

Petani Pidie Keluhkan Harga Tomat dan Cabai Anjlok


Amirudin Abdullah Reubee | Nusantara

PETANI sayur dan bahan bumbu masakan di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh, kembali mengeluh. Pasalnya harga tomat dan cabai merah sejak empat hari terakhir di kawasan pesisir perairan Selat Malaka itu turun.

Karena itu petani merasa malas memetik hasil panen tanaman mereka. Apalagi hasil produksi tersebut diminta dengan harga sesuka hati oleh tengkulak atau pedagang eceran.

Amatan Media Indonesia, pada Selasa (29/9), di pasar sayur Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, harga tomat Rp3.000 hingga Rp4.000 per kg (kilogram). Lalu cabai merah Rp15.000 hingga Rp16.000 per kg.

Padahal pada pekan lalu harga tomat berkisar Rp6.000 hinga Rp17.000 per kg. Sedangkan cabai merah mencapai Rp18.000 hingga Rp24.000 per kg.

"Kalau begini harga tomat sulit sekali kembali modal. Apalagi ongkos kerja. Tapi harga cabai Rp15.000 itu paling cukup untuk ongkos olah tanah, beli pupuk, dan saprodi. Sedangkan ongkos kerja tentu tidak mencukupi," tutur Ridwan, petani cabai merah, di Desa Blang Garot, Selasa (29/9).

Harga tomat Rp3.000 per kg merupakan yang terendah sejak dua bulan terakhir. Hal itu ditengarai karena produksi tanaman sayur tersebut sedang meningkat. Padahal permintaan pasar sepi, karena pengaruh dari pandemi covid-19.

Kondisi serupa juga terjadi terhadap cabai merah. Permintaan bahan bumbu pemedas masakan itu yang dulu banyak dikirim ke pasar Medan, Provinsi Sumatra Utara, sekarang sepi permintaan.

"Kalau masa panen tahun sebelumnya sering bertepatan dengan musim pesta perkawinan atau kenduri lain, sekarang tentu jarang acara itu karena wabah corona," tambah Fadli, pedagang cabai di pusat Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie. (OL-14)

BERITA TERKAIT