29 September 2020, 06:30 WIB

Usai Demonstrasi, Jayapura Kondusif


Marcelinus Kelen | Nusantara

APARAT Kepolisian Resor Kota Jayapura menyatakan situasi terkini di Jayapura, Papua kondusif usai demo yang digelar oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua di gerbang Kampus Universitas Cendrawasih Bawah Abepura, Senin (28/9) siang. Kepala Polresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas di Jayapura, Senin petang mengatakan demonstrasi itu tidak mengantongi izin sehingga terpaksa dibubarkan.
  
"Aparat Polresta Jayapura Kota yang didukung Dalmas Polda Papua, Brimob Polda Papua dan TNI terpaksa membubarkan massa yang mengatasnaman Front Mahasiswa dan Rakyat Papua yang menggelar aksi demo penolakan Ostsus Jilid II," kata Gustav.

Sebelumnya, ajakan aksi melalui selebaran atas nama Front Mahasiswa dan Masyarakat Papua yang diparaf atas nama kordinator Ayub Heluka dan Friska Loho, tersebut sempat berlangsung di halaman kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Padang Bulan, Abepura. Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Jayapura Kota AKB Gustav Urbinas menuturkan, sebelum pembubaran paksa yang dilakukan, pihaknya sempat memberikan kesempatan untuk orasi dengan batas waktu yang ditentukan hingga pukul 11.00 WIT.
  
Ia mengungkapkan pembubaran itu lantaran polisi telah memberikan waktu untuk mereka berorasi dengan batas waktu yang ditentukan. 

"Kami memberikan batas mereka orasi sampai pukul 11.00 WIT dan kami terlebih dahulu telah memberikan imbuan, namun imbuan itu tidak diindahkan. Sehingga
kosekuensinya yakni kami bubarkan paksa," tambahnya. 
  
Pada pembubaran paksa itu sempat terjadi perlawanan dari kelompok massa dengan melempari alat negara menggunakan batu namun situasi dapat dikendalikan.
  
"Iya kami sempat menahan tiga orang koordinator lapangan. Namun setelah itu kami sudah pulangkan. Satu orang pendemo luka lecet dan sudah dirawat lalu dipulangkan," terang Urbinas.

baca juga: Perang Lembaga Survey di Pilkada Tanah Bumbu

Polisi tidak pernah memberikan izin keramaian apalagi aksi demo yang mengundang kerumunan orang di saat pandemi. 

"Kami sudah berikan balasan terkait penolakan tersebut sesuai undang-undang dan beberapa pertimbangan kamtibmas, karena rentan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum," pungkasnya. 

Adapun aksi demo ini berlangsung di  dua lokasi yakni halaman Gapuran Uncen Waena dan halaman Uncen Abepura , dengan penjagaan 550 aparat gabungan TNI dan Polri.. (Ant/OL-3)
 

BERITA TERKAIT