29 September 2020, 05:32 WIB

Pendekar Banten Ajak Jaga Konstitusi dan Kedamaian


WB/Ant/P-2 | Politik dan Hukum

RATUSAN orang yang menamakan diri sebagai pendekar Banten menyatakan siap berhadapan dengan siapa pun yang
mencoba-coba mengganggu konstitusi negara. Seluruh masyarakat juga diajak untuk menjaga kedamaian dalam kehidupan berbangsa.

Sekjen Pendekar Banten Abdul Rahman menyoal pihak-pihak yang meng- usik pejabat yang menjalankan tugas. Ia mencontohkan ada sekelompok kecil masyarakat yang melakukan tindakan kurang terpuji terhadap Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam deklarasinya, pendekar Banten menolak cara-cara yang tidak konstitusional dan cenderung menyerang kehormatan seorang pejabat negara.

“Bagaimanapun juga pendekar Banten mendukung Erick Thohir sebagai menteri BUMN ataupun sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujar Abdul saat deklarasi sikap pendekar Banten di Hotel Horison Ratu, Serang, kemarin.

Abdul mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang damai dan sejuk. “Sebagai anak bangsa, mari kita menjaga kedamaian dan kesejukan. Jangan mudah terpecah belah oleh segelintir oknum yang ingin merusak BUMN,” sambungnya.

Penasihat hukum pendekar Banten, Ibrami, menambahkan, karena Indonesia negara demokrasi, sudah selayaknya pula kritik dan saran disampaikan dengan cara-cara bermartabat. Ia mengecam pihak yang memakai cara-cara barbar.

“Sampaikan pendapat dengan cara-cara santun. Kita ini negara demokrasi, bukan dengan cara-cara kurang terpuji atau
barbar, “ ungkap Ibrami.

Ibrami meyakini kelompok yang memakai cara barbar ditunggangi kepentingan yang ingin mengganggu konstitusi.

Sebelumnya, tokoh muda Bali dari Garda Bernas (Gerakan Muda Bersatu Nasional) Bali I Nyoman Widana mempertanyakan spanduk atau baliho tendensius terhadap Menteri BUMN Erick Thohir terkait dengan penanganan covid-19 di Bali.

“Itu (spanduk/baliho) kampanye pembusukan terhadap Menteri Erick Thohir yang menuduh penipuan terkait vaksin covid-19 atau kegagalan program pemulihan ekonomi. Jangan mudah terhasut dengan agenda elite-elite politik nasional,” cetus Bli Widane, Sabtu (26/9). (WB/Ant/P-2)

BERITA TERKAIT