29 September 2020, 04:26 WIB

Intervensi Skala Mikro Berulang Diyakini Lebih Efektif


Ant/AT/Pra/Aiw/X-6 | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meyakini bahwa intervensi berbasis lokal berupa pembatasan sosial berskala mikro secara berulang bisa lebih efektif mengendalikan penularan covid-19. Pembatasan spesifik itu dapat dilakukan di tingkat desa, kampung, RW, RT, kantor, atau pondok pesantren.

“Mini-lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” kata Presiden dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Jakarta, kemarin. Karena itu, Presiden meminta Komite Penanganan Covid-19 menyosialisasikan intervensi berbasis lokal untuk mengendalikan penularan virus korona kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Jangan sampai kita generalisasi satu kota atau satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang,” kata Presiden.

Presiden juga menginstruksikan kepada Komite Penanganan Covid-19 untuk terus menekan angka kematian akibat pandemi. Sebagai catatan, hingga kemarin, tingkat rata-rata kematian di Indonesia mencapai 3,77%, menurun dari sebelumnya yang mencapai 4,33%. Adapun angka kematian rata-rata dunia ialah 3,01%.

Secara terpisah epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad mengemukakan pendapat senada. Selain penerapan protokol kesehatan, kebijakan penanganan covid-19, menurut Riris, juga harus mencari titik seimbang antara menghentikan dan membiarkan mobilitas.

Riris menambahkan, jika lockdown diberlakukan, kematian karena non-covid-19, seperti pada ibu dan anak, akan meningkat dan bisa mengakibatkan kerusuhan. Namun, apabila mobilitas dibiarkan, ekonomi berjalan, kematian karena covid-19 akan tinggi dan juga akan muncul kerusuhan.

“Jadi, tidak ada policy atau intervensi yang benar, tetapi policy atau intervensi yang appropriate,” jelas dia dalam sebuah webinar, Minggu (27/9) malam.

Penambahan kasus positif covid-19 di negeri ini dilaporkan terus melonjak. Pada Senin (28/9), terjadi penambahan 3.509 kasus, sehingga akumulatifnya menjadi 278.722 orang dengan pasien sembuh 206.870 dan meninggal 10.473 orang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan 6% dari total 4.636 pasien covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet adalah mereka yang tidak beraktivitas di luar rumah. “Artinya, mereka tertular oleh keluarga atau orang-orang terdekat.” (Ant/AT/Pra/Aiw/X-6)

BERITA TERKAIT