29 September 2020, 06:20 WIB

Cukai tidak Naik Lindungi Petani Tembakau


Ant/E-3 | Ekonomi

Pemerintah diminta untuk melindungi petani tembakau dan cengkih melalui kebijakan yang berpihak pada segmen padat karya, sigaret keretek tangan (SKT), dengan tidak menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran segmen SKT yang banyak menyerap kedua komoditas tersebut.

“Sekali lagi, rekomendasi pertama adalah untuk fokus pada perlindungan segmen SKT karena hal ini membantu keseluruhan ekosistem industri hasil tembakau, dari manufaktur hingga petani, termasuk petani tembakau dan cengkih,” kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis dalam pernyataan di Jakarta, kemarin.

Kenaikan tarif pada SKT dinilai dapat menurunkan jumlah permintaan sehingga berimbas pada serapan tembakau dan cengkih.

Dia menuturukan, di dalam satu batang rokok SKT terdapat 2 gram tembakau, lebih banyak ketimbang pada rokok buatan mesin. Adapun dalam satu batang rokok buatan mesin terdapat 0,7 gram - 1 gram tembakau.

Kebijakan untuk tidak menaikkan tarif cukai pada tahun depan, lanjut Mindaugas, juga penting bagi kelangsungan hidup para petani tembakau dan cengkih yang turut terimbas pandemi covid-19 serta kenaikan tarif cukai yang signifikan pada 2020.

Hingga paruh pertama 2020, volume industri hasil tembakau turun hingga 15%. Industri diperkirakan masih terimbas pandemi covid-19 pada 2021.

Mindaugas menuturkan Sampoerna bersama pemasok tembakaunya mendorong produksi yang berkelanjutan melalui program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu yang telah berjalan sejak 2009.

Program kemitraan tersebut menjangkau lebih dari 27.000 petani. Melalui program itu, petani mitra juga mendapatkan dukungan teknis, termasuk bantuan pertanian berupa mesin penyiang, serta jaminan serapan panen sesuai kualitas dan kuantitas yang disepakati.

Sebelumnya, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro, mengatakan bahwa kemitraan bisa menjadi solusi. Dengan sistem kemitraan, pabrikan atau industri mendapatkan pasokan yang kontinu. “Kemit­raan adalah solusi untuk pengembangan tembakau secara berkelanjutan,” ujarnya. (Ant/E-3)

 

BERITA TERKAIT