29 September 2020, 01:35 WIB

Ramai-Ramai Keluhkan Bola di Prancis Terbuka


MI | Olahraga

PETENIS Spanyol Rafael Nadal menilai ada sejumlah hal yang diperkirakan bisa menyulitkannya untuk kembali menjuarai Prancis Terbuka. 

Tentunya selain persaingan sengit, yang membuat Nadal risau ialah soal bola. Penyelenggara Prancis Terbuka tahun ini seperti diketahui menggunakan Wilson sebagai penyedia bola resmi menggantikan Babolat. 

Namun, Nadal tidak menyukai bola buatan Wilson lantaran terlalu lambat ketika dipukul dan tidak cocok dipakai untuk turnamen tanah liat. “Kondisi di sini mungkin yang paling menyulitkan untuk saya selama ikut kompetisi di Roland Garros. Bolanya sangat berbeda, sangat lambat dan berat. Udaranya pun sangat dingin,” ungkap petenis nomor dua dunia itu.

“Saya sangat yakin bahwa penyelenggara perlu melihat hal ini untuk beberapa tahun ke depan, demi kesehatan para pemain. Terutama karena bola ini sangat berat dan dapat berbahaya bagi siku dan pundak pemain,” terang Nadal.

Petenis lain yang juga mengungkapkan hal yang sama seperti Nadal ialah Dominic Thiem. Pria asal Austria yang juga spesialis turnamen tanah liat seperti Nadal itu bahkan sedih ketika tahu penyelenggara memutuskan untuk mengganti bola.

Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, juga memiliki pandangan yang sama dengan Nadal dan Thiem. Namun, dia merasa bola menjadi berat lebih disebabkan dimainkan saat jelang Oktober.

Akibat covid-19, Prancis Terbuka 2020 seperti diketahui memang digelar di luar jadwal yang biasanya, yakni mundur empat bulan. “Kita tahu ini sudah hampir Oktober dan (udara) sangat dingin. Tanah liat juga jadinya berat dan basah. Banyak kondisi yang sebenarnya bisa memengaruhi bola. Sulit untuk mengatakan apakah bola memang berat atau karena kita bermain di saat seperti ini,” ujar dia.

Di kesempatan terpisah, petenis Jerman Alexander Zverev memiliki pandangan berbeda. Dia justru lebih suka bola baru. “Bola Babolat benarbenar tidak enak,” kata Zverev. (Dro/AFP/IE/ES/R-3)
 

BERITA TERKAIT