29 September 2020, 05:30 WIB

Keselamatan Lebih Utama ketimbang Kemenangan


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

BADAN Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah, Babel, meminta dua pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung mengedepankan protokol kesehatan (protkes) covid-19.

Ketua Bawaslu Bangka Tengah Robianto memaparkan Pilkada 2020 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni penyelenggaraan berlangsung di tengah mewabahnya pandemi covid-19.

Karena itu, menurut dia, sangat diperlukan komitmen paslon nomor urut 1 Ibnu Saleh-Herry Erfian (Beriman) dan nomor urut 2 Didit Srigusjaya-Korari Suwondo (Berdikari), agar tetap menjaga kondusivitas dengan mengedepankan protkes covid-19.

“Kita berupaya mendorong paslon tetap disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan covid-19. Khususnya mematuhi PKPU No 13 Tahun 2020 yang mengatur tentang pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19,” kata Robianto, Senin (28/9).

Ia mengaku telah melakukan berbagai cara bersama segenap stakeholders untuk mewujudkan tahapan pilkada supaya berjalan sebagaimana mestinya. “Saya juga mengimbau seluruh pendukung, berhentilah saling menghujat. Lebih baik saling mengadu program,” pintanya.

Salah satu kontestan pilkada di Sleman, DIY, Sri Muslimatun, berkomitmen mematuhi aturan main sesuai PKPU 13/2020. Sri yang masih berstatus sebagai Wakil Bupati Sleman itu berjanji akan melindungi masyarakat dengan tidak menggelar kerumunan massa.

Baginya, keselamatan lebih utama ketimbang sebuah kemenangan. “Kerja kami dilandasi prinsip kemanusiaan. Politik untuk kemanusiaan dan demokrasi untuk kemanusiaan,” tegas pakar kesehatan masyarakat yang didukung Partai NasDem tersebut.

Menurut sosok yang lekat dengan sebutan ‘Ibu Warga Sleman’ itu, pendekatan yang ia dan pasangannya lakukan pun dengan cara memuliakan masyarakat. “Kami harus memuliakan masyarakat dengan tidak pamer massa. Tidak perlu aksi-aksi arogan seperti itu,” imbuhnya.

Sri yang berpasangan dengan Amin Purnama (Mulia) menegaskan ingin menang secara terhormat. Langkah-langkah menerapkan protkes, harapnya, harus menjadi bagian dari kesempurnaan kerja. “Rajin cuci tangan, memakai masker, jaga jarak, dan jauhi kerumunan,” pesannya.

Senada dengan Sri, Ketua Tim Pemenangan Mulia, Hasto Karyantoro, menjamin seluruh perangkat pemenangan akan menjalankan protkes. Menurutnya, sosok Sri Muslimatun sebagai pakar kesehatan masyarakat, dan Amin Purnama selaku advokat, akan menjadi contoh bagi jajarannya untuk mematuhi aturan keselamatan.

Protkes ketat

Pada kesempatan terpisah, Pejabat Sementara Bupati Cianjur, Jabar, Herman Suherman, Sudrajat Abdurachim, mengingatkan paslon agar mematuhi aturan penerapan protkes secara ketat dari 26 September-5 Desember 2020.

“Tren grafik penyebaran covid-19 di Jawa Barat menunjukkan peningkatan. Saya ingatkan kepada setiap pasangan calon agar memperhatikan dan menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan selama berlangsungnya pilkada sehingga berjalan sehat, damai, aman, tertib, dan cerdas,” pungkasnya.

Protkes ketat, lanjutnya, untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar virus korona. Dikatakannya, melindungi masyarakat dari covid-19 ini akan terus ia lakukan sampai menjadi kebiasaan semua. (AU/BB/N-1)

BERITA TERKAIT