29 September 2020, 04:45 WIB

Terminal Megah Setengah Jadi


LN/DW/Ant/N-2 | Nusantara

BEBERAPA proyek nasional tetap berjalan kencang. Salah satunya pembangunan terminal baru Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti diungkapkan General Manager PT Angkasa Pura I Wahyudi, target pembangunan tidak pernah dikendurkan. “Pembangunan rampung Oktober 2021 dan sudah bisa beroperasi secara penuh.”

Saat ini, ujar Wahyudi kepada Gubernur Nurdin Abdullah yang datang melihat progres pembangunan terminal baru itu, pembangunan proyek sudah mencapai 55,17%. Penggunaan anggaran juga sudah mencapai 50% dari total investasi sebesar Rp2,6 triliun.

“Dengan adanya terminal baru ini daya tampung Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar bisa men­capai 15 juta penumpang per tahun,” tegasnya.

Dengan wajah berseri Gubernur Nurdin Abdullah menyambut laporan Wahyudi. Menurut dia, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar layak menjadi bandara terpadat setelah Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Nurdin mengaku bangga sebagai orang asli daerah dan melihat perkembangan pembangunan terminal baru itu. “Luar biasa. Kami bangga dengan terminal baru ini. Saya harus sampaikan terima kasih kepada PT Angkasa Pu­­ra yang masih terus bersemangat mengembangkan bandara di daerah ini.”

Setelah penyelesaian pekerjaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar ini, dia yakin akan semakin banyak jalur-jalur penerbangan internasional yang bisa terus dikembangkan, terutama untuk pengembangan pariwisata Sulsel.

“Terminal baru akan memberi dam­­pak positif terhadap peningkatan wisatawan. Apalagi saat ini konektivitas dari Makassar ke Toraja juga sudah terbuka,” tambahnya.

PLTU

Perkembangan baik juga datang dari Sumatra Selatan. Pembangkit listrik tenaga uap di Desa Sindang Marga, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, segera beroperasi.

PLTU Sumatra Selatan 5 itu berkapasitas 2x150 megawatt. Uji coba sudah dilakukan beberapa kali sejak perte­ngah­an September lalu.

“PLTU ini diharapkan dapat mengatasi persoalan defisit energi listrik di Musi Banyuasin,” kata Sekretaris Daerah Musi Banyuasin, Apriyadi.

Adanya PLTU diharapkan juga dapat mempercepat penyambungan listrik  hingga ke pelosok desa. “Masyarakat sangat berharap mendapatkan pasok­an listrik yang andal dan minim pemadaman,” tambah Apriyadi.

PLTU dibangun PT Dian Swastatika Sentosa Power. “Perusahaan kami berkeinginan mewujudkan harapan masyarakat untuk mendapatkan aliran listrik yang baik, normal, tanpa ada pemadaman bergilir,” kata pe­tinggi PT DSSP PLTU Sumatra Selatan 5, Ghazali.

Ia mengakui selama pandemi, pekerjaan pembangunan PLTU sempat terhambat. Di antaranya saat uji coba yang ditargetkan pada awal Agustus akhirnya harus ditunda hingga September.

“Tapi, kami optimistis setelah uji coba, pekerjaan lain akan berjalan sesuai rencana. Meski ada keterlambatan, kami yakin PLTU akan siap beroperasi sesuai rencana,” lanjut Ghazali.
Sebelumnya, perusahaan ini juga sudah membangun PLTU di Kendari, Konawe Selatan, dan Kalimantan Tengah. (LN/DW/Ant/N-2)

BERITA TERKAIT