29 September 2020, 04:15 WIB

Mengatasi Sendiri Merosotnya Harga Sayuran


TS/DW/N-3 | Nusantara

USAHA tani berada di titik paling rendah, khususnya untuk komoditas sayuran. Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, petani terpaksa menjual gratis tomat hasil kebun mereka, karena harga di pasar sangat rendah.

Tidak ingin kondisi itu terjadi di wilayahnya, Kelompok Wanita Tani di Dusun Jojogan, Desa Mondoretno, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengoperasikan pasar tani.

“Kami berharap dengan membuka pasar di lingkungan sendiri, bisa mengetuk hati warga lain untuk membeli hasil ke­bun tetangga mereka,” kata Ariyati, Ketua Kelompok, kemarin.

Pasar Tani digelar tiga kali dalam sa­tu bulan. Dengan usaha ini, Ariyati ber­harap para petani tidak harus menggra­tiskan hasil kebun mereka.

Saat ini, omset perdagangan di pasar itu mencapai Rp4 juta per gelaran. “Tidak ada tas plastik di pasar ini. Kami menggantinya dengan tas dari kertas bekas yang dibuat anggota kelompok sendiri,” tambah Novita Pristiani, anggota kelompok.

Kepala Desa Mondoretno, Beni Sujono mengakui selama harga sayuran jatuh, petani amat kesusahan. Namun, tidak ada bantuan dan upaya apa pun dari pemerintah kabupaten untuk membuat kondisi menjadi lebih baik.

“Banyak sayuran yang terbuang sia-sia lantaran harga terlalu rendah,” tambahnya.
Biasanya sayuran dari desa ini dijual ke Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Vo­lume penjualan mencapai satu ton per hari dengan nilai Rp6 juta.

Namun, selama pandemi, sayuran tidak bisa dikirim ke luar daerah karena permintaan turun drastis. “Petani tidak punya modal tanam, sehingga harus ber­utang,”katanya.

Di Sumatra Selatan, Gubernur Herman Deru terus menyuntikkan semangat untuk para petani di wilayahnya. Kemarin, ia turun ke sawah bersama petani dari Desa Ringin Sari, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, yang melakukan panen raya.

“Petani harus bangga dengan pekerjaan dan profesinya. Dengan lahan pertanian yang luas seperti di OKU Timur ini, kita harus bersyukur dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” ungkap Herman.

Ia mengakui OKU Timur merupakan salah satu andalan Sumatra Selatan dalam menyediakan cadangan pangan. (TS/DW/N-3)

BERITA TERKAIT