29 September 2020, 10:00 WIB

Anjing Diklaim Akurat untuk Deteksi Covid-19


Abdillah Marzuqi | Weekend

BANDARA Helsinki di Filnlandia manfaatkan kemampuan anjing pelacak untuk mendeteksi covid-19. Tingkat akurasinya diklami mendekati angka 100%. Meski masih dalam masa percobaan, para peneliti mengatakan anjing dapat mengidentifikasi virus dalam hitungan detik.

Pada masa percobaan, ada 4 anjing yang dilibatkan. Upaya itu dilakukan untuk menemukan metode alternatif yang murah, cepat dan efektif untuk mendeteksi penderita covid-19.

Pengawas uji coba Anna Hielm-Björkman dari Universitas Helsinki mengungkap anjing mampu mendeteksi keberadaan virus korona dalam 10 detik. Seluruh proses deteksi membutuhkan waktu kurang dari satu menit.

“Ini sangat menjanjikan,” kata Hielm-Björkman, seperti dikutip The Guardian, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika uji-coba itu berhasil, metode itu bisa digunakan di tempat lain, seperti rumah sakit, panti jompo, ataupu acara olahraga.

Saat mendarat dan usai mengambil barang bawaan, setiap penumpang internasional diminta mengusap kulit mereka dengan lap. Lap itu lalu dibawa ke bilik terpisah. Kemudian anjing pelacak pun memulai tugas.

Jika terdeteksi virus, anjing akan memberi kode seperti mengonggong, mengaiskan kaki, atau berbaring. Saat itu, penumpang disarankan untuk mengikuti tes PCR standar secara gratis. Hal itu dilakukan untuk memverifikasi ulang atas temuan anjing.

Mula pelibatan anjing dalam deteksi virus adalah ketika hewan itu mampu mendeteksi penyakit seperti kanker dan diabetes. Anjing mampu mengidentifikasi virus dengan akurasi hampir 100%, bahkan beberapa hari sebelum pasien menunjukkan gejala.

Meski demikian, para ilmuwan belum yakin dengan apa yang sebenarnya diendus anjing saat mendeteksi virus. Pada penelitian sebelumnya, disebut pula ada bukti sah, bau keringat penderita covid-19 berbeda dengan mereka yang tidak terkena virus. Anjing dapat mendeteksi perbedaan itu.

Pihak otoritas bandara juga berpegang pada hipotesis yang menyebut anjing dapat mengidentifikasi covid-19 dari sampel molekul yang jauh lebih kecil daripada tes PCR. Anjing hanya membutuhkan 10-100 molekul untuk mendeteksi keberadaan virus dibandingkan dengan 18m (satuan molalitas) yang dibutuhkan oleh peralatan laboratorium.

Para peneliti di banyak negara termasuk Australia, Prancis, Jerman, dan Inggris dilaporkan juga tengah mengerjakan proyek serupa. Finlandia adalah negara pertama di Eropa yang menyertakan anjing untuk mengendus virus korona. Uji coba serupa dimulai di bandara internasional Dubai,  bulan lalu. (M-4)

BERITA TERKAIT