29 September 2020, 13:00 WIB

Kapsul Waktu dari Abad 19 Ditemukan di Manchester


Abdilah Marzuqi | Weekend

SEBUAH Kapsul waktu ditemukan pada dinding Museum Yahudi di Manchester. Pekerja bangunan menemukannya saat merenovasi sinagoge tertua yang masih aktif. Kapsul toples kaca yang berasal dari abad 19 itu terkubur di dinding ruang bagian dalam museum. Saat ditemukan, kapsul waktu itu juga dilengkapi dengan segel lilin yang masih utuh.

Hampir 150 tahun, kapsul itu berada di dinding samping ruang tabut yang menampung gulungan Taurat, dokumen sinagoge, surat kabar, dan beberapa koin kuno. Berdasarkan risalah sinagoge, diketahui kapsul itu berasal dari tahun yang sama dengan pembangunan sinagoge yakni 1873.

“Kami sangat berhati-hati untuk menghilangkan plakat tetapi tidak pernah membayangkan kami akan menemukan sesuatu yang setua bangunan itu masih utuh,” ujar manajer situs Adam Brown, seperti dikutip The Guardian, akhir pekan lalu.

Untuk diketahui, kapsul waktu biasa digunakana untuk menyimpan penyimpanan barang atau informasi sejarah, biasanya ditujukan sebagai metode komunikasi dengan orang masa depan dan untuk membantu para arkeolog, antropolog atau sejarawan masa depan. Lazimnya, kapsul waktu terkadang dibuat dan dikubur saat perayaan seperti pameran dunia, sebuah batu penjuru diletakkan untuk sebuah gedung atau acara-acara lainnya.

“(Penemuan) Itu memunculkan kegembiraan pada masyarakat sekitar situs. Jelas banyak waktu dan usaha telah dihabiskan untuk menempatkan kapsul bertahun-tahun yang lalu. Menemukannya dalam kondisi sempurna terasa sangat bermanfaat," tambahnya.

Bangunan itu dianggap sebagai salah satu daya tarik arsitektur Gotik Victoria di Inggris. Sekaligus menjadi sinagoge tertua yang masih ada di Manchester. Merunut sejarah, populasi masyarakat Yahudi melakukan migrasi dari wilayah itu pada 1970-an. Akhirnya, sinagoge itu tak digunakan lalu diubah fungsi menjadi museum dengan nama Manchester Jewish Museum pada 1984.

Manchester Jewish Museum juga menjadi museum Yahudi satu-satunya di Inggris di luar London. Bangunan itu menjadi ‘rumah’ bagi lebih dari 30.000 objek, mulai dari surat dan foto pribadi hingga gulungan Taurat yang disembunyikan dari Nazi selama perang dunia kedua. (M-4)

BERITA TERKAIT