28 September 2020, 20:35 WIB

Panglima TNI Tegaskan Netralitas Institusinya di Pilkada 2020


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan TNI netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. TNI berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pengamanan pelaksanaan tahapan pesta demokrasi di 270 daerah ini.

"Jajaran TNI membantu pemerintah daerah, KPU, dan Bawaslu di daerah dalam pelaksanaan tahapan Pilkada sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2020, untuk menekan penularan Covid-19 dan memastikan netralitas TNI dalam Pilkada Serentak 2020," tegasnya saat memimpin rapat internal dengan jajaran TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, melalui keterangan resmi, Senin (28/9).

Pada kesempatan itu hadir Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo.

Menurut Hadi, jajaran TNI akan melaksanakan koordinasi terkait pembentukan posko gabungan terpadu sebagai wadah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pilkada. Tujuannya terkait pengamanan pelaksanaan tahapan pilkada dan penegakan displin protokol kesehatan.

Ia juga memerintahkan semua prajurit TNI mengoptimalkan tugas yang digariskan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020.

Baca juga : Airlangga: Kapolri Harus Tegas Jaga Protokol Kesehatan di Pilkada

"Bangun koordinasi yang baik dengan Polri, pemda dan instansi terkait. Laksanakan sosialisasi pilkada serentak 2020 tanpa kerumunan dan pengerahan massa di bawah koordinasi Pokja (Kelompok Kerja) Bawaslu dari tingkat pusat sampai daerah. Di sinilah peran satuan kewilayahan sangat strategis," paparnya.

Kedisiplinan prajurit TNI dalam melaksanakan protokol kesehatan hendaknya juga menjadi contoh. Pasalnya perilaku disiplin prajurit dan keluarga dalam melaksanakan protokol kesehatan akan mencegah dan menekan terjadinya klaster covid-19 di lingkungan TNI.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan, Hadi meminta jajaranya untuk terus membangun sinergitas dengan jajaran Polri dan instansi terkait dalam pelaksanaan operasi pendisiplinan protokol kesehatan.

"Intensifkan pendekatan berbasis kearifan lokal untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat sebagai modal utama mencapai keberhasilan operasi," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT