28 September 2020, 19:46 WIB

Wujudkan Ketahanan Pangan, Babel Siap Tingkatkan Pemanfaat Lahan


mediaindonesia.com | Nusantara

DALAM rangka mendorong ketahanan pangan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) meninjau lahan persawahan di Desa Kerakas, Senin (28/9).

Saat ditemui, Gubernur Erzaldi mengungkapkan bahwa, produksi padi saat ini baru bisa menyuplai sekitar 37% kebutuhan di wilayah Babel.

"Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemerintah terus berupaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan persawahan yang masih tersedia. Sampai saat ini, hasil produksi padi kita baru bisa mengakomodir sekitar 37% kebutuhan di Babel," ungkap Gubernur Erzaldi.

Harapan Gubernur Babel, dalam beberapa tahun ke depan Babel ditargetkan bisa swasembada pangan dan target selanjutnya bisa menyuplai daerah lain.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk mendorong masyarakat untuk menanam padi. Persiapan pembukaan lahan persawahan seluas 300 ha ini akan dibangun embung dan sebagian areal akan ditanami lada serta difasilitasi dengan saluran irigasi," papar Erzaldi.

"Untuk tahap pertama, areal yang ditanami mencapai 50 hektare dan secara bertahap akan diselesaikan sampai 300 hektare," ujarnya.

Terkait SDM, Gubernur Erzaldi mengatakan bahwa pemda telah menempatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di setiap desa untuk melakukan pendampingan kepada petani.

"Saya sangat percaya dan terus meyakinkan masyarakat kita agar menjadikan komoditi padi  sebagai salah satu komoditi pilihan di Babel," ujarnya.

"Sawah memang merupakan sesuatu hal yang baru tetapi, inilah salah satu strategi kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi saat ini karena, pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi," lanjut Erzaldi.

Gubernur Erzaldi mengaku Pemda Babel telah menggelontorkan investasi yang sangat besar di sektor pertanian mengingat sektor pertanian tetap tumbuh di masa pandemi seperti saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Juaidi mengatakan bahwa potensi pertanian sawah di babel ada 22.402 hektare lahan baku yang masuk dalam katagori lahan pertanian pangan  berkelanjutan.

Baru sekitar 14 ribu hektare yang sudah digarap dengan baik, sedangkan lahan pertanian cadangan pangan berkelanjutan di Babel ada sekitar 27 ribu hektare.

"Jadi, potensi inilah yang gencar kita garap. Salah satunya, areal persawahan di Kerakas. Walaupun luasnya tidak besar tapi, kita berharap areal ini bisa menjadi sentra padi paling tidak untuk kawasan Desa Kerakas dan sekitarnya," jelas Gubernur Babel.

"Jadi kita selalu mendorong semua kawasan untuk bisa dua kali tanam dengan startegi harus dikelola dengan baik dan penggunaan pupuk yang baik dan adanya pendampingan," ungkapnya.

Dengan ini penambahan lahan pertanian cadangan pangan ditargetkan menjadi 37 ribu hektare.

"Karena menurut analisa kami, pertumbuhan penduduk Babel 25 tahun mendatang bisa mencapai tiga juta jiwa. Jumlah ini tentunya harus tetap mendapat akses pangan, jadi salah satu strategi kita yakni, memperluas lahan pertanian dan memaksimalkan pengelolaannya, termasuk intensitasnya. Harapannya, kita juga bisa menyuplai kebutuhan daerah lain," pungkasnya.(OL-09)
 

BERITA TERKAIT