28 September 2020, 16:45 WIB

Pemerintah Diminta Subsisidi 50% Gaji Karyawan Mal


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ASOSIASI Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengungkapkan kondisi pusat perbelanjaan atau mal tengah terpuruk karena sepinya pengunjung di tengah PSBB DKI. Pemerintah diminta terlibat membantu dengan memberikan subsidi gaji 50% kepada karyawan mal atau tenant.

Program soal subsidi upah Rp600 ribu per bulan dianggap belum mampu mengurangi beban pengelola mal saat ini.

Baca juga: Dinsos DKI Bagikan 198 Alat Bantu Fisik ke Penyandang Disabilitas

"Saat ini pusat perbelanjaan dalam situasi yang sangat tidak baik dan berat. Kami minta ada subsidi gaji. Pengusaha bisa membayar 50% gaji karyawan sisanya 50% dari pemerintah," ungkap Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPBI Alphonzus Widjaja dalan webinar, Senin (28/9).

Ia menjelaskan, pusat perbelanjaan yang tutup atau tidak beroperasi secara penuh, tetap diminta harus membayar sejumlah pajak dan membayar listrik. Padahal, kata Alphonzus, pihak mal sedang mengalami defisit besar-besaran.

"Kondisi saat ini pusat perbelanjaan dan penyewa di industri ritel sedang mengalami kesulitan luar biasa. Pusat perbelanjaan sudah defisit besar-besaran. Kalau tidak dibantu sehingga perusahaan semakin kolaps, lebih sulit lagi untuk membangkitkannya," tukas Alphonzus.

Senada, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mendesak pemerintah segera memberikan bantuan langsung.

Kami juga sudah buat surat kepada Pak Menko Perekonomian bahwa sektor konsumsi harus dijaga. Ini harus diamankan. Para engusaha sudah menggunakan dana-dana pribadi. Itu sekarang sudah enggak kuat lagi karena pemasukan sudah tipis," pungkas Budihardjo. (Ins)

BERITA TERKAIT