28 September 2020, 13:15 WIB

Antisipasi Potensi Banjir DKI, Masih ada Permasalahan Saluran Air


Hilda Julaika | Megapolitan

PENGAMAT Tata Kota Nirwono Joga menyampaikan masih ada beberapa permasalahan saluran air di Jakarta. Beberapa permasalahan ini harus segera dilakukan guna mengurangi adanya potensi banjir lokal di DKI Jakarta.

“Pengerukan lumpur, saluran air tetap perlu diapresiasi sebagai upaya penanganan banjir. Namun itu tidak akan banyak membantu mengurangi banjir lokal,” katanya kepada Media Indonesia, Senin (28/9).

Baca juga: Ketua DPRD DKI Sebut Anies Lamban Antisipasi Banjir

Namun, upaya di atas tetap perlu dilakukan dalam rangka penanganan banjir dalam jangka panjang. Adapun persoalan saluran air yang harus diselesaikan di antaranya, rehabilitasi menyeluruh saluran air mikro/tersier/lingkungan (diameter 0,5 m), meso/sekunder/kawasan (1 m), dan makro/primer/kota (1,5 m), yang harus terhubung dengan baik. Termausk diameter saluran diperbesar menjadi 1,5 m (mikro), 2,5 (meso), dan 3-5 m (makro) agar kapasitas volume air bisa lebih besar.

Selanjutnya, saluran air harus terbebas dari jaringan utilitas kabel dan pipa yang tumpang tindih sehingga harus di tata ulang oleh Pemprov DKI Jakarta. Misalnya sebelah kiri khusus untuk jalur kabel listrik-telepon-serat optik dan sebelah kanan khusus untuk jalur pipa air bersih-gas-limbah. Dengan begitu yang bagian tengah bisa khusus untuk saluran air.

“Yang ketiga tentunya saluran air harus terhubung ke tempat-tempat penampung air seperti danau atau waduk terdekat,” tambah Nirwono.

Sehingga menurutnya, seharusnya target peningkatan kapasitas sungai/waduk ini bisa mencapai 20% per tahun. Sehingga untuk mencapai 100% bisa dituntaskan dalam waktu 5 tahun. Namun, Pemprov DKI mengatakan baru bisa melakukan peningkatan kapasitas mencapai 11% hingga akhir tahun ini.

“Target peningkatan kapasitas harusnya lebih signifikan misal per tahun 20% sehingga pada tahun ke 5 bisa mencapai 100%,” kata Nirwono. (OL-6)

BERITA TERKAIT