28 September 2020, 11:25 WIB

Solidaritas Dibutuhkan, Sudah 123 Dokter Meninggal Akibat Covid-19


Atalya Puspa | Humaniora

JUMLAH kematian dokter Indonesia yang menangani covid-19 per 26 September 2020 atau selama kurang lebih selama tujuh bulan sejak pandemi ditetapkan oleh pemerintah, sebanyak 123 orang. Angka kematian yang terbilang tinggi menjadi perhatian serius pemerintah.  

Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga memaparkan banyak dokter yang telah menjadi tenaga relawan covid-19 hingga 20 September 2020 terdiri dari 6.507 dokter internship, 1.050 dokter umum, 27 dokter spesialis, dan 282 dokter gigi. Dokter dan tenaga kesehatan (nakes) memiliki peranan sangat penting dalam upaya penanggulangan wabah covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pekerjaan menjadi dokter adalah sangatlah mulia. Hanya seringkali, dokter lupa menjaga keselamatan diri karena lebih mengutamakan tuntutan profesi dan tanggung jawab sosial.

"Ini bukan pikiran egois, tapi kalau keselamatan dokter terganggu atau hilang maka kerugiannya bukan hanya pribadi tetapi masyarakat luas juga akan rugi karena kemanfaatannya juga akan hilang," ujar Muhadjir dalam keterangan resmi, Senin (28/9).
Oleh sebab itu, menurutnya, dibutuhkan rasa kesetiakawanan dari sesama dokter untuk saling menguatkan dan mendukung perjuangan melawan covid-19. Di samping pemerintah juga terus berupaya menemukan solusi untuk menekan angka fatalitas dokter maupun nakes.

"Jangan biarkan mereka yang berada di garis depan berjuang sendiri. Kalau perlu ada restrukturisasi keahlian sehingga semua dokter bisa terlibat secara profesi di dalam menangani covid-19," tutur Muhadjir. Ia pun meminta kepada IDI selaku organisasi profesi dokter untuk bertanggung jawab melindungi, memfasilitasi para anggotanya termasuk sejumlah dokter yang tengah berjuang di garis terdepan penanganan covid-19. Lebih dari itu, mengupayakan agar semua anggota merasa berada di garis depan.

Bersama-sama IDI wilayah di seluruh Indonesia, Muhadjir berharap dibuat rumusan tentang bagaimana menjamin para dokter terutama yang berjuang di garda depan penanganan covid-19 sehingga merasa aman dalam memberikan pelayanan terbaiknya. "Bangun solidaritas dengan rasa senasib sepenanggungan. Rasa kesejawatan dan tanggung jawab bersama mengemban amanah profesi dokter," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK juga mengajak seluruh organisasi profesi termasuk IDI untuk menyosialisasikan upaya menyelamatkan Indonesia dari pandemi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).(H-1)

BERITA TERKAIT