28 September 2020, 11:06 WIB

Bisnis Pembuat Atap Rumah di Temanggung Cukup Diminati


Tosiani | Nusantara

BISNIS pembuatan atap rumah di Temanggung Jawa Tengah tidak terpengaruh pandemi korona. Bahkan pemilik usaha ini sampai menolak melakukan promosi secara langsung saking tingginya permintaan berbagai jenis atap dari luar daerah.

Ana Irmawati,30, pemilik Karisma roof, di daerah Cekelan, Kecamatan/Kabupaten Temanggung mengatakan bisnis yang ia geluti sudah berjalan sekitar empat tahun. Kini area penjualannya sudah menyasar daerah Purwokerto, Pekalongan, Papua, Sulawesi, Jawa Timur, Bali, dan Jakarta dengan volume penjualan mencapai 1000 unit per minggu.

"Kalau untuk daerah Temanggung biasanya pemesanan datang dari proyek perumahan. Kalau yang untuk pribadi jarang pesan karena lebih banyak yang memakai genteng dari tanah," tutur Ana di Temanggung, Senin (28/9).

Pada bidang usahanya, menurut Ana, ia memproduksi antara lain seng jenis galvalume yang dijual dengan harga Rp50 ribu per meter. Produk lainnya ada genteng metal pasir seharga Rp 27 ribu per lembar ukuran 80 x 80 cm, dan nox yang dipatok dengan harga Rp 25 ribu per unit.

Diceritakan Ana, ia memulai usaha ini bersama suaminya Yudi Mawardi,30  tahun 2016. Ketika itu Yudi baru keluar dari pabrik atap rumah yang menjadi tempat kerja semula lantaran pabrik tersebut mengalami kebangkrutan. Namun selama beberapa bulan sebelumnya, Yudi sempat membantu penjualan atap dari pabrik besar. Hal itulah yang membuka jalan pemasaran untuk pabrik yang dibukanya sendiri.

"Kami tidak pernah promosi langsung karena di awal ada kakak sepupu yang membantu memasarkan. Ada teman juga yang membantu menjualkan. Solanya kalau promosi langsung, kami bisa keteteran memenuhi banyaknya permintaan," ungkap Ana.

baca juga: Katrol Harga Sayuran, Kelompok Wanita Tani Buka Pasar Tani

Semula Ana mempekerjakan 10 orang pemuda asal daerah setempat untuk membuat bahan atap di pabriknya. Namun belakangan ada dua orang keluar kerja karena melanjutkan kuliah. Dengan demikian, kini hanya ada delapan orang yang bekerja di pabrik Karisma Roof. Atap yang diproduksi Karisma Roof, diakui Ana, menggunakan bahan baku
berupa koil. Kelebihannya, jika dipakai sebagai genteng maka cenderung anti rayap, anti karat, dan lebih awet. Usia genteng dari bahan koil ini bisa berumur hingga lebih dari 10 tahun.

"Intinya untuk menjalankan usaha itu tidak usah ambil keuntungan banyak, yang penting masih jalan stabil, karyawan bertahan. Dan usaha pun tetap bertahan meski di masa krisis akibat pandemik,"pungkas Ana.

BERITA TERKAIT