28 September 2020, 10:35 WIB

Kurangi Impor, 68 Cekungan Migas bakal Dieksplorasi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PEMERINTAH mendorong kegiatan eksplorasi migas nasional. Hal ini karena masih banyak cekungan migas yang belum digarap dengan maksimal.

"Kita punya 128 cekungan (migas). Masih ada 68 cekungan lagi belum dieksplorasi untuk mengurangi ketergantungan impor kita ke depan," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (27/9).

Arifin menuturkan pada 1970-an pemerintah bisa menghasilkan 1 juta minyak barel per hari (bph). Tapi, sejak 2000-an sampai sekarang hanya bisa memproduksi di atas 700 ribu bph.

"Ini menjadi tantangan kita mengingat demand terus meningkat. BBM dan LPG sebagai substitusi minyak tanah kita impor," jelas Arifin.

Selain itu, Arifin menyebut pihaknya menargetkan proyek pengembangan kilang atau refinery development masterplan program (RDMP) di Dumai, Balikpapan, Balongan, Cilacap, dan kilang baru atau grass root refinery (GRR) di Bontang dan Tuban akan tuntas pada 2027.

"Mudah-mudahan ini bisa merespons (kebutuhan)," kata Arifin. Ia juga mengatakan program pemanfaatan energi baru terbarukan, hilirisasi batu bara, dan jaringan gas bisa menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka impor BBM. (OL-14)

BERITA TERKAIT