28 September 2020, 10:22 WIB

Kasus Korona Melonjak, Pemkot Kupang Terapkan WFH


Palce Amalo | Nusantara

PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai Senin (28/9). Pasalnya, kasus korona di daerah itu terus bertambah.

Total kasus korona sampai Senin pagi sebanyak 22 orang berasal dari transmisi lokal dan pelaku perjalanan. Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan setiap instansi hanya mempekerjakan 25% pegawai dan sisanya bekerja dari rumah.

Pegawai yang bekerja di rumah nanti bergantian dengan yang bekerja di kantor. Kebijakan itu tidak berlaku bagi pimpinan dan para pejabat struktural. Mereka wajib masuk kantor setiap hari kerja.

Kebijakan WFH tersebut tertuang dalam dalam surat Wali Kota Kupang nomor
KPPD.443.1/1063/A/IX/2020 yang dikeluarkan sejak 23 September 2020. Menurutnya, edaran tersebut mengacu kepada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Nomor 67 tahun 2020, tentang perubahan atas surat edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru.

"Edaran itu mengatur tentang penyesuaian sistem kerja dalam rangka mengendalikan penyebaran covid-19 serta mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi di lingkungan instansi pemerintah," ujarnya.

Sesuai Laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, 12 kasus korona tersebut menjalani perawatan di empat rumah sakit dan empat orang menjalani isolasi mandiri. Tiga rumah sakit itu ialah SK Lerik, WZ Johannes, Wirasakti, dan Siloam. (PO/OL-14)

BERITA TERKAIT