28 September 2020, 10:14 WIB

40 RW di DKI Jakarta masih Zona Merah Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melakukan pembaharuan data jumlah rukun warga (RW) yang berstatus zona merah penularan covid-19. RW berstatus zona merah merupakan wilayah yang masuk dalam wilayah pengendalian ketat karena memiliki tingkat risiko tinggi penularan covid-19. Aparat RW zona merah yang masuk dalam kategori wilayah pengendalian ketat (WPK) harus melakukan sejumlah pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah tersebut, dengan mengawasi kegiatan warga serta implementasi protokol kesehatan oleh warga.

Berdasarkan data pada situs corona.jakarta.go.id per 20 September 2020, jumlah wilayah zona merah di Jakarta ada 40 RW. Jumlah tersebut bertambah 15 RW dibanding pembaruan data terakhir pada 10 September yakni 25 RW.

RW zona merah itu tersebar di lima wilayah kota administrasi. Wilayah Jakarta Pusat memiliki RW zona merah terbanyak yakni 18 RW. Kemudian, disusul 9 RW di Jakarta Selatan, 5 RW di Jakarta Timur, 3 RW di Jakarta Utara, dan 4 RW di Jakarta Barat. Penambahan RW zona merah juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Seribu. Dari data sebelumnya, Kepulauan Seribu tak memiliki RW yang masuk kategori zona merah covid-19. Namun, kini ada 1 RW di kabupaten tersebut yang masuk ke dalam kategori RW zona merah.

baca juga: PSBB Diperpanjang, Transjakarta Tetap Jalan Sampai Pukul 19.00

Hingga Minggu (27/9), jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta adalah 71.370 orang. Dari jumlah itu sebanyak 13.265 (orang yang masih dirawat/isolasi). Kemudian, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 56.413 dengan tingkat kesembuhan 79%, dan total 1.692 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,4%.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT