28 September 2020, 10:06 WIB

Investor Menunggu, IHSG Diprediksi Stagnan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Senin (28/9) dibuka pada level 4.962,95. Angka ini sedikit lebih tinggi dari penutupan di Jumat pekan lalu (25/9) yaitu di level 4.945.

"Dari bursa Asia, pagi ini Nikkei dibuka menguat +0,51% dan Kospi +0,26%. Investor kami prediksikan masih melakukan aksi wait and see hari ini yang membuat IHSG akan flat atau menguat secara terbatas mengikuti pasar regional," kata Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Samuel Sekuritas, Suria Dharma, Senin (28/9).

Minggu lalu, IHSG terus terkoreksi secara mingguan turun -2,24%. Akan tetapi Jumat lalu secara harian ditutup menguat +2,14% ke level 4.945.

Pekan lalu, investor asing masih mencatatkan net sell Rp2,51 triliun. Secara bulanan investor asing sudah mencatatkan net sell sebesar Rp16,1 triliun.

Penggerak dari penurunan IHSG untuk saat ini masih didominasi sentimen lokal yaitu penambahan kasus covid-19 yang terus meningkat. Penambahan kasus covid-19 di Indonesia pada Minggu (27/9) sebanyak 3.874 kasus dan saat ini akumulasi kasus sudah 275 ribu.

Belum melandainya pertambahan kasus covid-19 membuat PSBB DKI diperpanjang hingga 11 Oktober. Kekhawatiran muncul akibat belum melandainya pertambahan kasus covid-19 dalam negeri. Di AS, pertambahan kasus mulai menurun.

Sentimen dari dalam negeri yang bisa diperhatikan di terakhir September ini yaitu adanya rilis data Markit PMI manufaktur Indonesia dan data inflasi pada Kamis (1/10). (Try/OL-14)

BERITA TERKAIT