28 September 2020, 09:41 WIB

Bareskrim Limpahkan Tahap II Kasus Surat Jalan Palsu Joko Tjandra


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

TIM Penyidik Bareskrim Polri akan melakukan penyerahan tersangka Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking beserta barang bukti ke pihak Kejaksaan, Senin (28/9). Pelimpahan tahap dua dilakukan usai berkas kasus dugaan pemalsuan surat jalan narapidana pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). 

"Rencananya pukul 10.00 (penyerahan tersangka dan barang bukti)," ucap Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (28/9).

Pada kasus dugaan pemalsuan surat jalan, Bareskrim menetapkan Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking sebagai tersangka. Joker, julukan Joko dipersangkakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP, Pasal 426 KUHP, dan Pasal 221 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan Anita Kolopaking dijerat dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu dan Pasal 223 KUHP tentang upaya membantu kaburnya tahanan.

baca juga: Jaksa Pinangki Tawarkan Fatwa MA ke Joko Tjandra

Sementara, Brigjen Prasetijo disangkakan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 KUHP, dan/atau Pasal 221 Ayat 1 dan 2 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Selain kasus dugaan pemalsuan surat jalan Joko Tjandrq, Bareskrim juga tengah menangani dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra.

Adapun tersangka dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice ialah Tommy Sumardi dan Joko Tjandra sebagai pemberi suap. Lalu, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai penerima suap. (OL-3)

BERITA TERKAIT