28 September 2020, 09:18 WIB

Gubernur Papua Barat Ingatkan Netralitas ASN


Martinus Solo | Nusantara

TERDAPAT kekosongan jabatan di lima kabupaten, Provinsi Papua Barat, akibat pertarungan di pilkada pada 9 Desember 2020. Karenanya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik lima penjabat sementara (Pjs) bupati dengan pesan agar menjaga netralitas PNS.

Lima kepala daerah dan wakil yang melaksanakan cuti kampanye dari 26 September hingga 5 Desember 2020 berasal dari Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni. Pelantikan itu berlangsung di aula salah satu hotel di Manokwari, Senin (28/9).

Mendagri melalui Gubernur Papua Barat menunjuk lima pejabat pratama Setda Provinsi Papua Barat, yaitu staf ahli bidang hukum Roberth Rumbekwan sebagai Pjs Bupati Manokwari, Kadis Sosial Lasarus Indou menjabat Pjs Bupati Pegunungan Arfak, asisten 1 bidang pemerintahan Setda Papua Barat Musa Kamudi menjabat Pjs Bupati Manokwari Selatan, Karo Pemerintahan Agustinus Rumbino sebagai Pjs Bupati Teluk Bintuni, dan Kadis Lingkungan Hidup Abdul Latief Suheri menjabat Pjs Bupati Teluk Wondama.

Penunjukan lima Pjs bupati di wilayah Manokwari Raya itu berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.92-906 tahun 2020, 131.92-2940 tahun 2020, 131.92-294 tahun 2020, 131.92-2959 tahun 2020, 131.92-2960 tahun 2020. Semuanya diterbitkan pada 24 September 2020.

Lantas dua wakil bupati yang menggantikan bupatinya mencalonkan dalam pilkada yaitu Manuel Piter Urbinas dari Kabupaten Raja Ampat dan Martinus Salamuk dari Sorong Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur asal Partai Nasdem itu menegaskan kepada Pjs Bupati untuk selalu mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) supaya menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah serentak 2020. Pelantikan itu menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak sehingga menghindari penyebaran korona. (MS/OL-14)

BERITA TERKAIT