28 September 2020, 08:53 WIB

Sebagai Aset Dunia, Pegunungan Meratus Harus Dijaga


Denny Susanto | Nusantara

KAWASAN Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang potensial bagi pengembangan sektor wisata. Selain pengembangan wisata alam berupa hutan dan budaya suku Dayak, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah mulai mengembangkan potensi wisata tirta. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Mulyadi, saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Sungai Sedunia yang diselenggarakan di Desa Nateh kaki Pegunungan Meratus, Minggu (27/9). 

"Kawasan Pegunungan Meratus memiliki potensi yang besar di bidang jasa lingkungan atau kepariwisataan," tuturnya. 

Selama ini kawasan Meratus sudah dikenal hingga mancanegara tidak hanya keindahan wisata alam dan budayanya juga berbagai penelitian. Selain itu kawasan Meratus juga memiliki potensi wisata bahari berupa sungai, riam dan air terjun yang menawan. Salah satunya ada di Desa Nateh yang menjadi lokasi atau spot arung jeram. 

Wakil Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Kalsel, Bandi Chairullah, Senin (28/9), mengatakan potensi wisata alam dan wisata petualangan tirta di Kalsel terutama kawasan pegunungan Meratus tidak kalah dengan wisata di daerah lain bahkan mancanegara. 

"Jika dikembangkan secara serius dan kelestarian alamnya dijaga maka wisata alam maupun wisata petualangan tirta di Kalsel mampu mengalahkan obyek wisata serupa di negara lain," tegasnya. 

baca juga: Katrol Harga Sayuran, Kelompok Wanita Tani Buka Pasar Tani

Tema peringatan Hari Sungai Sedunia kali ini mengambil tema menyatu dengan alam dan bersahabat dengan air. Pemilihan Desa Nateh sebagai lokasi peringatan karena desa ini menawarkan beragam keunikan dan panorama indah hutan, goa hingga sungai. Tokoh muda dan aktivis lingkungan Berry Nahdian Forqan mengatakan perlu dukungan semua pihak, baik masyarakat dan pemerintah untuk memelihara dan menjaga kawasan Pegunungan Meratus yang merupakan aset dunia ini. Peringatan Hari Sungai Sedunia ini ditandai dengan penanaman pohon penghijauan di sepanjang daerah aliran sungai sebagai bentuk dukungan upaya pelestarian alam yang digalakkan Pemkab Hulu Sungai Tengah atau lebih dikenal dengan gerakan Savemeratus. (OL-3)

BERITA TERKAIT