28 September 2020, 07:14 WIB

Ada Dugaan Usman Sidik Palsukan Ijazah Untuk Maju Pilkada


Hijrah Ibrahim | Nusantara

CALON Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara atas dugaan menggunakan ijazah palsu saat mendaftarkan diri ke KPU. Muhamad Konoras kuasa hukum kelompok masyarakat Halmahera Selatan mengatakan ijazah yang digunakan Usman Sidik patut diduga palsu.

Konoras mengungkapkan bahwa Usman Sidik diduga membuat ijazah lulusan SMA Muhammadiyah Ternate sekitar Juli sampai September 2020 untuk keperluan pendaftaran persyaratan sebagai calon kepala daerah Kabupaten Halmahera Selatan. Dugaan itu terlihat dari tulisan pada ijazah milik Usman Sidik tertulis tahun kelulusan tamat belajar 1992 namun menggunakan blanko ijazah tahun 1990. 

baca juga: Bawaslu Mamuju Diminta Tindak ASN Berpolitik

Dugaan pemalsuan itu setelah pihaknya mendapatkan fotokopi ijazah tersebut dan meneliti dari aspek administrasi. Konoras menyebutkan ada kejanggalan baik kode dan nomor ijazah, bingkai ijazah, tahun penerbitan blangko ijazah, tanda tangan ijazah juga berbeda dengan ijazah sama pada 1992 yang dimiliki dua siswa SMA Muhammadiyah lainnya.


"Bukti terlampir bahwa dari kejanggalan tersebut masyarakat Halmahera Selatan pernah melaporkan kepada Bawaslu Gakumdu Kabupaten Halmahera Selatan akan tetapi Bawaslu dan Gakumdu tidak melakukan penyilidikan penilitian. Malah Bawaslu menyimpulkan laporan masyarakat tidak memenuhi unsur pidana pemiluh bahkan itu pun diumumkan melalui media masa," kata Konoras, Minggu (27/9).

Ia juga melampirkan dua ijazah siswa SMA Muhammadiyah yang lulus tahun 1992 sebagai bukti pembanding dengan ijazah milik Usman Sidik. Hihgga kini belum ada tanggapan dari Polda Maluku Utara. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT