28 September 2020, 06:44 WIB

Kematian akibat Covid-19 Tembus 1 Juta Jiwa


Wisnu AS | Internasional

JUMLAH kematian global akibat virus korona baru melampaui satu juta pada Minggu (27/9). Padahal, covid-19 baru muncul kurang dari setahun lalu di Tiongkok lalu melanda seluruh dunia.

Pandemi itu telah merusak ekonomi global, menimbulkan ketegangan geopolitik, dan membalikkan kehidupan, dari daerah kumuh India dan hutan Brasil hingga kota terbesar di Amerika, New York. Olahraga dunia, hiburan langsung, dan perjalanan internasional terhenti karena penggemar, penonton, dan turis dipaksa untuk tinggal di rumah dengan langkah-langkah ketat yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran virus.

Pengendalian drastis yang menempatkan separuh umat manusia--lebih dari empat miliar orang--di bawah suatu bentuk penguncian dalam rumah sejak April berhasil memperlambat langkah korona. Akan tetapi, karena pembatasan dikurangi, kasus-kasus virus yang tengah dinanti vaksinnya tersebut telah melonjak lagi.

Menurut penghitungan AFP menggunakan sumber resmi, kemarin, penyakit itu telah merenggut 1.000.009 korban dari 33.018.877 infeksi yang tercatat. Amerika Serikat memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 200.000 kematian diikuti Brasil, India, Meksiko, dan Inggris.

Bagi pengemudi truk Italia, Carlo Chiodi, di antara sosok-sosok suram itu ialah kedua orangtuanya yang mesti terpisah, belum lama ini. "Yang sulit saya terima yaitu saya melihat ayah saya berjalan keluar rumah, masuk ke ambulans, dan yang bisa saya katakan kepadanya hanyalah, 'Selamat tinggal'," kata Chiodi, 50.

"Saya menyesal tidak mengatakan, 'I love you,' dan saya menyesal tidak memeluknya. Itu masih menyakitkan saya," katanya kepada AFP.

Para ilmuwan yang masih berlomba untuk menemukan vaksin yang berfungsi. Pemerintah semua negara kembali dipaksa melakukan tindakan penyeimbangan yang tidak mudah. Pengendalian virus memperlambat penyebaran penyakit, tetapi mereka merugikan ekonomi dan bisnis yang masih rapuh. (OL-14)

BERITA TERKAIT