28 September 2020, 05:10 WIB

Akurat Satu Tekan Kejahatan Digital


Dik/S-1 | Ekonomi

TEKNOLOGI biometrik PT Akurat Satu Indonesia (Akurat Satu) masuk 25 besar kategori wild photos false non-match rate (FNMR) The National Institute of Standards and Technology (NIST). Pekan lalu, NIST sebagai lembaga standardisasi dan laboratorium ilmu sains tertua dan bergengsi di AS dengan misi mendukung kreasi inovasi dan persaingan industri global mengumumkan update ranking developer dengan algoritma tercepat dan terakurat di dunia.

Direktur Akurat Satu Christian Kurniawan menyampaikan perusahaan teknologi biometrik Tanah Air itu, selain masuk 25 besar kategori wild photos FNMR, meraih peringkat ke-26 untuk kategori border photo dan ke-33 untuk kategori visa photos. “Ini pencapaian membanggakan karena kami menjadi perusahaan karya anak bangsa yang meraih peringkat tinggi dari Indonesia,” ujar Christian dalam siaran persnya, kemarin.

Dengan tesertifikasinya teknologi biometrik Akurat Satu pada NIST, pengguna teknologi biometrik Akurat Satu seperti penyedia teknologi inovasi digital keuangan ASLI RI dan platform Verijelas semakin mantap membantu perusahaan penyedia layanan jasa keuangan dan teknologi untuk mencegah tindak kejahatan digital, khususnya bidang keuangan. “Dengan begitu, tingkat kejahatan di dunia digital juga bisa ditekan, bahkan ditiadakan,” tutup Christian. (Dik/S-1)

BERITA TERKAIT