28 September 2020, 04:56 WIB

Salut untuk Tenaga Kesehatan


Pra/Aiw/X-8 | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga medis yang telah dan masih terus bekerja keras dalam menangani pasien covid-19.

“Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan karena memang bekerja menangani covid-19 ini tidak ringan. Oleh sebab itu, sekali lagi saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi apa
yang telah dilakukan seluruh rekan-rekan perawat, tenaga kesehatan, dokter, semua dalam berjuang terus melawan pandemi ini. Semoga semua segera cepat selesai,” ujar Presiden sebagaimana dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

Kepala Negara juga berbincang langsung dengan seorang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Ramelan, Surabaya, Jawa Timur, Sifira Kristiningrum. “Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?” tanya Jokowi dari Istana Bogor.

Sifira pun menceritakan ia telah lima bulan bertugas dan selama itu jarang bertemu keluarga. “Saya diizinkan pulang setelah satu bulan. Tapi, saya harus cek swab dulu. Kalau negatif, boleh pulang,” ucapnya.

Di tempat tugas, Sifira bertanggung jawab di ruangan intensive care unit (ICU) dengan 16 tempat tidur dan 11 ventilator. Dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

Dokter spesialis paru di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Faisal Rizal Matondang mengungkapkan saat ini di tempat ia bertugas kekurangan tenaga medis. Penyebabnya tak lain ialah kasus positif covid-19 di Jakarta terus melonjak, sedangkan tenaga kesehatan sangat terbatas.

Bahkan, beberapa dari mereka tidak boleh bertugas karena ikut terpapar covid-19, termasuk Faisal yang sudah dinyatakan sembuh kembali. “Hari ini saya pertama masuk setelah saya menjalani perawatan.’’

Seluruh keluh kesah itu ia sampaikan kepada Jokowi via telepon. Presiden pun ikut merasakan betapa beratnya perjuangan, dedikasi, kerja keras tenaga kesehatan di tengah pandemi ini. (Pra/Aiw/X-8)

BERITA TERKAIT