28 September 2020, 04:38 WIB

Utamakan Kampanye Virtual


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

SELURUH pasangan calon kepala daerah yang berlaga dalam Pilkada 2020 diharapkan bisa menjadi panutan masyarakat dalam menjaga diri dari penularan covid-19. Maka kampanye berbasis media massa dan daring menjadi cara yang paling tepat supaya pesta demokrasi ini tidak menambah jumlah pasien virus korona.

“Kerumunan menjadi penyebab utama penularan virus ini. Maka dalam menjalankan kampanye para kandidat mesti mengutamakan media massa, media sosial, maupun daring,” kata pengamat media sosial dari Komunikonten dan CEO Global Infl uencer School Hariqo Wibawa, ketika dihubungi kemarin.

Menurut dia, pilkada di tengah pandemi membawa dampak positif yakni efi siensi biaya kampanye. Para kandidat bisa memanfaatkan sarana berbasis teknologi untuk tetap menyuarakan visi dan misi ke masyarakat dengan harga yang lebih murah.

Dosen Pascasarjana Ilmu Politik Unversitas Pelita Harapan Emrus Sihombing juga mendorong para kontestan memaksimalkan kampanye secara virtual. Selain dapat meminimalkan risiko penularan covid-19, kampanye secara virtual juga dapat menekan biaya politik yang dikeluarkan pasangan calon kepala daerah.“Tidak perlu ditunda pilkada, tapi pelaksanaannya juga harus menghindari penyebaran covid-19,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

“Kalau saat hari pemilihan nanti, bisa diatur sedemikian rupa karena orang datang ke TPS dengan rasionalitas menggunakan hak pilih mereka. Adapun kalau kampanye di lapangan, ada konser dan lain-lain, ini sulit mengatur massanya,” tambahnya.

Pemanfaatan teknologi ini sudah mulai dijalan sejumlah kontestan. Calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, misalnya, menggelar kampanye virtual yang disebut dengan blusukan online. Kemarin, Gibran menyambangi warga Kamoung Dawung Kulon RT 01-02/RW 12, Kecamatan Serengan, secara virtual.

Adapun pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana- Aep Syaepuloh memanfaatkan relawan selebgram untuk mengampanyekan visi dan misi mereka ke masyarakat luas.

Kondusif

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Koordinator Divisi Bidang Sosialisasi dan Pengawasan Mochammad
Afifuddin menuturkan belum menemukan adanya aduan terkait pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye terbuka yang memasuki hari kedua, kemarin. Seluruh kampanye di sejumlah daerah relatif berjalan dengan kondusif.

Namun, menurut Afifuddin, berdasarkan hasil pengawasan kampanye pada hari pertama, Bawaslu mendapati pasangan calon di 59 kabupaten/kota telah melakukan kampanye. Ada sejumlah pelanggaran, di antaranya dengan mengabaikan protol kesehatan.

“Di Kaimana, Papua Barat, terdapat sosialisasi pasangan calon yang tidak menerapkan protokol kesehatan dan di Medan, Sumatra Utara, terdapat calon yang menghadiri kegiatan relawan,” katanya ketika dihubungi, kemarin. Ketua Bawaslu Sumatra

Utara Suhadi Sukendar Situmorang mengatakan telah mendapat laporan dari panitia pengawas di tingkat kecamatan dan Bawaslu Kota Medan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan calon Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman. “Kami koordinasi dengan Bawaslu Kota Medan, dan akan memanggil tim kampanye yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya tetap bersama Bawaslu dan KPU dalam mengedukasi masyarakat di tengah hiruk-pikuk pilkada. (Cah/Ykb/CS/WJ/X-10)

BERITA TERKAIT