27 September 2020, 22:09 WIB

Dokter Diminta Perhatikan Keselamatan Diri


MI | Humaniora

DI masa pandemi yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan ini, dokter merupakan kelompok yang rentan tertular covid-19. 

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta para dokter untuk terlebih dahulu menjaga keselamatan diri sebelum menyelamatkan pasien yang positif terpapar virus korona.

“Saya sangat paham kalau para dokter sekarang yang berada di garis depan menangani covid-19 sampai mungkin lupa untuk keamanan dirinya karena dituntut tanggung jawab sosial itu. Akan tetapi, saya mengingatkan supaya dokter juga betul-betul menjaga keselamatan dirinya yang pertama sebelum menyelamatkan orang lain,” kata Muhadjir dalam simposium virtual IDI Jawa Barat, kemarin.

Muhadjir menuturkan, jika kesehatan dokter sampai terganggu, bahkan meninggal dunia, yang rugi bukan hanya dokter itu sendiri, melainkan berdampak pada masyarakat luas yang kehilangan tenaga kesehatan. Pesan saya, imbuh Muhadjir, jangan atas nama tanggung jawab sosial kemudian para dokter mengorbankan segalanya.

“Itu memang pekerjaan sangat mulia. Saya yakin kalau dokter menjaga keselamatan dirinya dahulu, sama sekali tidak mengurangi tanggung jawab mulia itu,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengingatkan agar pendeteksian dan penanganan kasus covid-19 mengutamakan tindakan 3T (testing, tracing, dan treatment) ataupun pencegahan penularan kasus dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) terus diterapkan dengan baik di lapangan.

Di samping itu, dokter juga perlu gencar menyosialisasikan masalah vaksin agar mudah diterima masyarakat. “Supaya kalau vaksin tiba, ditemukan, hasil uji klinisnya baik, aman, dan berkhasiat, masyarakat yakin bahwa vaksin itu adalah harapan untuk segera menyelesaikan pandemi covid-19,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta masyarakat memahami dan sadar bahwa manusia menjadi perantara utama menularnya virus SARSCoV-2 penyebab covid-19. Terjadi penularan penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini justru berasal dari orangorang terdekat dan berada di lingkungan sekitar.

Fakta ini dibuktikan berdasarkan hasil data satgas yang menunjukkan sebanyak 7% penderita covid-19 di Wisma Atlet merupakan mereka yang tidak pernah keluar rumah. (Aiw/H-1)
 

BERITA TERKAIT