28 September 2020, 07:30 WIB

Cukup Jadi Agen Pos, Kini Bisa Bangun Bisnis Kurir Beromset Miliar


mediaindonesia.com | Ekonomi

Di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, peluang sekecil apapun yang mendatangkan nilai ekonomi tentu dinanti banyak orang. Apalagi, bila bisnis yang digarap cukup prospektif. Banyak orang akan melirik dan mencoba terjun di dalamnya.

Salah satu bisnis yang cukup moncer di tengah pandemi adalah bisnis kiriman. Banyak yang melirik peluang ekonomi ini, lantaran kebutuhan masyarakat akan jasa kiriman yang terus meningkat. Ini sejalan dengan makin menjamurnya penjualan online serta terbatasnya ruang gerak akibat pandemi COVID-19.

Bagi Anda yang tertarik menggeluti bisnis kurir, kini tak perlu risau harus membangun bisnis dari nol. Bahkan, tanpa modal besar, Anda sudah bisa berkecimpung pada bisnis kurir dengan keuntungan yang cukup menggiurkan. Salah satunya yaitu bermitra dengan PT Pos Indonesia (Persero) menjadi Agen Pos.

Menurut Vice President Product Management & Marketing PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta, Agen Pos adalah konsep pengembangan jaringan melalui kerja sama kemitraan antara PT Pos Indonesia dengan perorangan atau badan usaha. Siapapun, baik individu, pelaku UMKM, perusahaan besar, bisa menjadi Agen Pos.

"Menjadi Agen Pos bisa dari perorangan di kawasan perumahan, ritel, toko, dan lainnya yang kami rekomendasikan berbadan hukum. Syaratnya cukup mudah. Nanti kami juga akan memberi pelatihan dan bimbingan untuk bisa berkecimpung di bisnis ini," kata Tata.

Menjadi Agen Pos, tak terbatas bagi mereka yang ada di kota besar saja. Masyarakat di pelosok daerah juga bisa bermitra dengan BUMN ini. Apalagi untuk daerah yang belum tergarap sepenuhnya oleh jaringan Kantor Pos. Agen Pos, akan menjadi perwakilan Pos Indonesia di daerah tersebut.

Mudahnya menjadi Agen Pos, kata dia, ditunjukkan dengan respons positif masyarakat. Terbukti, model kemitraan Agen Pos berkembang cukup pesat di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, Batam, Bali, dan lainnya. Hal ini semakin menancapkan coverage Pos Indonesia.

Secara finansial, kata dia, mitra Pos Indonesia akan mendapat bagi hasil cukup besar, hingga 22,5%. Tak heran, salah satu Agen Pos di Bandung mencatat transaksi bulanan hingga Rp1 miliar. Artinya, mereka mampu mengantongi keuntungan Rp200 juta per bulan.

"Jadi ini tidak hanya soal pemberdayaan masyarakat dan membantu mendorong perputaran ekonomi, tetapi juga memberi benefit yang cukup besar bagi mitra kami. Peluang masyarakat mendapatkan keuntungan dari bisnis ini terbuka lebar," beber Tata.

Apalagi, kata dia, saat ini pola kemitraan Pos Indonesia ini bisa dilakukan dengan konsep business to bussiness (B2B). Perusahaan holding yang memiliki network besar di daerah, bisa menjadi Agen Pos. Mereka bisa memanfaatkan jaringan di daerah menjadi Agen Pos.

"Sharing fee-nya bisa diatur sendiri. Karena dari kami maksimal sampai 22,5%. Tak heran, sudah banyak perusahaan yang telah bergabung dengan konsep kemitraan ini. Bahkan, mereka bisa memanfaatkan keagenannya untuk distribusi produk ke daerah," imbuh  dia.

Tata melanjutkan, konsep seperti ini bukti Pos Indonesia makin membuka diri untuk melakukan pengembangan bisnis. Melibatkan masyarakat, ikut merasakan kue bisnis kiriman yang diperkirakan akan makin moncer di kemudian hari. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT