27 September 2020, 18:19 WIB

Tim Kampanye Bobby-Aulia Dipanggil Bawaslu soal Pertemuan di Kafe


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

CALON Wakil Walikota Medan nomor urut 2 Aulia Rahman, dikabarkan menemui warga suku Jawa secara tatap muka di Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada hari pertama kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, Sabtu (26/9).

Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara Suhadi Sukendar Situmorang mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Kota Medan, guna melakukan klarifikasi pada tim kampanye pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rahman.

"Kami koordinasi dengan Bawaslu Kota Medan, dan akan memanggil tim kampanye yang bersangkutan. Memang selama masa pandemi ini, tidak bisa 71 hari penuh digunakan oleh pasangan calon untuk melakukan kampanye," terang Suhadi kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (27/9).

Menurut Suhadi, berdasarkan laporan panitia pengawas di tingkat kecamatan dan Bawaslu Kota Medan, Aulia Rahman menghadiri pertemuan yang dilakukan oleh komunitas karena diundang. Pertemuan itu dilakukan secara tatap muka di sebuah kafe dengan kapasitasi melebihi jumlah yang ditentukan.

Tetapi, imbuhnya, tidak ada penyampaian visi-misi dalam pertemuan tersebut. Hanya saja, Aulia menggunakan atribut berupa kaos dirinya sebagai calon Wakil Walikota Medan. Oleh karena itu, Bawaslu Kota Medan akan memanggil tim kampanye yang bersangkutan dan meminta penjelasan.

Baca juga : Kampanye Virtual Di Pilkada 2020 Dianjurkan Untuk Cegah Covid-19

Di tengah masa pandemi, Suhadi menuturkan, Bawaslu mendorong agar pasangan calon kepala daerah memaksimalkan kampanye secara virtual. Selain itu, ia menuturkan dalam mengawasi kampanye virtual, Bawaslu daerah telah meminta akun media sosial dari peserta pilkada, termasuk menyertakan panitia pengawas dalam pertemuan dengan zoom apabila kampanye secara daring dilakukan.

"Kampanye kami dorong seoptimal mungkin dilakukan menggunakan media sosial di rumah atau virtual. Tujuannya menghindari pertemuan tatap muka," terangnya.

Dalam mengantisipasi terjadi kerumunan yang melanggar protokol kesehatan selama masa kampanye, Suhadi mengatakan Bawaslu Sumatera Utara memberdayakan fungsi-fungsi yang ada seperti melibatkan satuan tugas pamong praja (Satpol PP) yang berada di bawah pemerintah daerah, hingga kepolisian dalam membubarkan kerumunan.

"Apalagi kalau tidak ada izin," tegasnya.

Memasuki hari kedua kampanye, Suhadi menuturkan sejauh ini pilkada di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara, masih berjalan kondusif. Secara terpisah, Komisioner Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya belum mendapati temuan dan laporan kejadian menonjol terkait pelanggaran terhadap protokol kesehatan. (OL-7)

BERITA TERKAIT