27 September 2020, 17:35 WIB

Petani Disiplin, Empat Lawang jadi Lumbung Pangan Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara

GUBERNUR Sumatra Selatan Herman Deru melakukan panen raya di Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, kemarin. Panen raya ini
digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Herman mengaku bangga dengan petani dan masyarakat Desa Muara Pinang karena meski masih menggunakan irigasi semi alam namun produksi gabah kering panen (GKP) sudah di atas rata-rata mencapai 6 ton lebih tiap hektare.

Ia pun berkomitmen kalau pemprov tak akan tinggal diam. Bahkan jika memungkinkan dibuat irigasi dengan sistem air artesis. Pihaknya akan menambah jumlahnya seperti yang dilakukan di Air Batu Kabupaten Banyuasin.

"Ini berita baik. Sekarang tugas Gubernur, Bupati dan jajarannya. Bagaimana caranya agar produksi ini lebih meningkat lagi. Peningkatan itu bisa dilakukan dengan cara menambah luas tanam atau intensifikasi" ujar dia.

Menurutnya, dia sengaja berkeliling ke beberapa negara seperti Brunei, Philipina, Taiwan dan Thailand khusus untuk mempelajari teknik bertani. Dari sana Ia paham betul bahwa kedisiplinan SDM dan petani adalah kunci utama dalam mendongkrak produksi padi. Karena untuk SDA di Sumsel cenderung sama memiliki gunung, irigasi hanya alat yang sedikit berbeda.

"Jadi saya pernah tantang ahli pertanian dari Taiwan untuk meningkatkan Produksi di OKUT saat itu. Waktu itu petani baru bisa panen 6 ton per hektare. Tapi si Kim (ahli pertanian) ini berani pasang target 14 ton. Asalkan sistem bertaninya mengikuti caranya," ungkap Herman Deru.

Hasinya, kata dia, setelah panen pertama, dengan pembibitan dan pengairan mengikuti teknik yang dilakukan Kim panen mencapai target 14 ton. Kemudian begitu lagi panen lagi hasilnya tetap 14 ton.

Tak berapa lama setelah itu, para petani menghadap ke Herman Deru. Mereka minta Kim dipulangkan karena petani mengaku sudah bisa mempelajari teknik bertani yang dicontohkan Kim. Permintaan petani dikabulkan dan mereka mulai ke sawah seperti biasa dan tibalah waktunya panen.

"Tahu tidak berapa produksinya padi yang dihasilkan petani!? Setelah ditinggal Kim mereka panen 6 ton seperti semula. Tahu gak salahnya dimana. Itu karena kita tidak disiplin. Karena itu Saya minta petani di sini disiplin, mulai dari pembibitan, pemupukan sampai panen biar losses (kerugian) nya tidak banyak," tegas dia.

Sama seperti ketika Ia ke Thailand, Herman Deru memperhatikan semua beras yang dihasilkan di penggilingan sama bentuk bahkan ukurannya. Hal ini menurutnya beda sekali dengan di Sumsel yang masih terlihat ada beras yang panjang, pendek bahkan patah.

"Hal -hal seperti ini yang harus kita benahi," ujarnya. Selain kopi dan lada, dia menjelaskan bahwa di Empat Lawang ini ada 13.000 lahan yang siap dikelola. Dengan 1000 PPL Pertanian yang akan disebarnya ke Kabupaten Kota di Sumsel untuk membimbing para petani, diyakininya dapat meningkatkan nilai tambah padi maupun holtikultura yang ada di Empat Lawang.

"Di Sumsel inikan kita bagi zona wilayah, untuk di Empat Lawang, Pagaralam, Lahat Saya yakin Empat lawang bisa jadi lumbung pangan." jelasnya.

Selain meningkatkan kedisplinan petani, yang tak kalah penting untuk meningkatkan produksi pertanian adalah kepedulian pemerintah daerah itu sendiri. Meski memiliki SDA yang banyak tapi petani tetap tidak bisa dibiarkan sendiri, karena mereka membutuhkan dukungan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengatakan, pertumbuhan Kabupaten Empat Lawang makin menggeliat. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana daerah harus merefocusing dana. Namun dengan bantuan gubernur yang mencapai miliaran nilainya membuat pengurangan anggaran di Empat Lawang tertutupi.

Saat ini kata Joncik, Empat Lawang memiliki lahan pertanian seluas 13.331 ha. Dimana pada tahun 2019 lalu, panen menghasilkan 100.000 ton lebuh padi. Hasil ini sangat mencukupi kebutuhan di Empat Lawang bahkan mereka bisa ikut menyanggah kebutuhan daerah sekitarnya.

Namun dari 13.000 lahan tersebut baru 9 ribu lahan yang terdaftar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Melalui Gubernur Sumsel Herman Deru, Joncik berharap kedepan 4 ribu lahan yang belum terdaftar tersebut bisa mendapatkan bantuan.

"Saya belajar dari Pak Gubernur. Bagaimana beliau bisa memangkas kemiskinan dari 17 persen menjadi 3,8 persen saja. Caranya dengan kerja keras dan sungguh-sungguh serta ada konsep membangun dan mencontoh pertaniannya. Dengan begitu kami yakin Empat Lawang bisa segera lepas dari kemiskinan," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Menko PMK Minta Dokter Utamakan Keselamatan Diri sebelum Pasien

 

 

BERITA TERKAIT