27 September 2020, 14:55 WIB

Pendidikan Kedokteran Butuh Belajar Tambahan


mediaindonesia.com | Humaniora

MENJADI seorang dokter adalah impian banyak orang. Namun, banyak orang tidak tahu bahwa dalam prosesnya, mahasiswa kedokteran itu membutuhkan usaha dan kerja keras dengan biaya yang tidak murah.

Mata kuliah yang dipelajari di jurusan kedokteran ini katanya berbahaya alias susah susah gampang. Mahasiswa kedokteran juga dibayang-bayangi dengan hafalan yang kompleks, praktikum yang beragam dan ujian rutin setiap dua pekan sekali. Apalagi dengan situasi pandemi saat ini, mahasiswa kedokteran harus menemukan langkah-langkah yang efektif untuk mengatasi masalah belajar mereka.

Putri, salah satu mahasiswi kedokteran di PTS di Jakarta mengakui sering tertinggal pelajaran dan hampir selalu remedial di setiap blok. "Sejak awal semester 3, aku sudah nggak punya harapan lagi karena hampir di drop out dan rasanya sedih sekali," ungkap dia, kemarin.

Bersyukur, jelas Putri, dirinya bertemu dengan media belajar Vosmed. Dimana dokter pengajarnya sangat informatif dan metode belajarnya membantu. Ada fasilitas manekin tulang dan berbagai praktikum kedokteran. Selain itu, Vosmed telah meluncurkan Program E-learning video pembelajaran melalui Bimbeldokter.id.

Sementara itu, dr Patrick Co-Founder PT. Vosmed Medika Indonesia mengatakan, harapannya semua mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia mendapatkan kemudahan dalam belajar kedokteran dan mendapatkan pembelajaran yang berkualitas selain di kampusnya.

"Untuk mendukung pembelajaran Mahasiswa FK, Vosmed menghadirkan promo potongan harga hingga Rp. 1.000.000 untuk berbagai bimbingan mahasiswa kedokteran yang berlaku selama situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung," ujar dr. Patrick. (OL-13)

BERITA TERKAIT