27 September 2020, 16:45 WIB

Ketua Satgas: Penularan Covid-19 Berasal dari Orang Terdekat


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta agar seluruh lapisan masyarakat memahami dan sadar bahwa manusia menjadi perantara utama menularnya virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19. Menurut Doni, terjadinya penularan penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini justru berasal dari orang-orang yang terdekat dan berada di lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, orang-orang terdekat ini bisa saling mengancam apabila tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

"Dan bukan orang yang jauh dari kita. Yang menulari kita adalah orang yang terdekat, siapa orang terdekat, yakni keluarga, saudara, sanak, famili atau teman sekerja. Itulah yang berpotensi. Jadi sebenarnya kita yang terdekat satu sama lain itu adalah saling mengancam kalau tidak hati-hati,” kata Doni dalam pernyataan resmi, Minggu (27/9).

Baca juga: Banyak Klaim, Kayuputih dan Eukaliptus Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Fakta ini juga dibuktikan berdasarkan hasil data Satgas Penanganan Covid-19 yang menunjukkan bahwa sebanyak tujuh persen penderita covid-19 di Wisma Atlet adalah mereka yang tidak pernah keluar rumah. Data tersebut sekaligus kembali menegaskan bahwa para penderita covid-19 tertular dari orang-orang yang berada di dekatnya.

“Tujuh persen responden yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet itu adalah kelompok yang tidak pernah beraktivitas di luar rumah,” imbuhnya.

Dari data tersebut, Doni juga menegaskan bahwa tidak ada lagi tempat yang aman, terutama bagi wilayah yang berada dalam zona pandemi. Sebelumnya pemerintah telah memberi imbauan untuk masyarakat agar tetap berada di rumah, namun hal itu pun menjadi tidak efektif ketika salah satu anggota keluarga tidak patuh menjaga protokol kesehatan dan tidak hati-hati.

“Jadi sebenarnya tidak ada lagi tempat yang aman ketika kondisi kita sekarang ini masih ada pandemi,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, Doni juga mengingatkan bahwa ancaman pandemi covid-19 tidak akan berakhir dan manusia akan terus menjadi perantara. Jika kemudian pemerintah akan memberikan vaksin, hal itu juga tidak berarti akan menghentikan covid-19, tetapi dengan vaksin, seseorang memiliki kekebalan tubuh lebih kuat dalam merespon dan melawan adanya infeksi virus. Pemberian vaksin pada tahap awal juga akan diutamakan bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rentan mulai dari lansia, penderita penyakit komorbid dan tenaga medis serta kesehatan.

"Yang disuntik atau yang divaksinasi itu orang-orang yang berisiko dulu. Tenaga kesehatan, perawat, dokter dan juga mereka yang berisiko tinggi memiliki komorbid. Namun sekali lagi, vaksin ini tidak serta merta menghentikan covid-19. Covid-19 nya ada terus, yang divaksin ini bisa tahan, sementara yang tidak divaksin tetap saja nanti bisa menjadi terpapar covid-19,” terangnya.

Manusia yang menjadi carrier atau membawa virus covid-19 itu jauh lebih berbahaya, sebab OTG (orang tanpa gejala) merupakan silent killer yang dapat menjadi pembunuh potensial.

“Kalau mereka masih berada di luar, mereka sendiri tidak sadar, dia pergi ke mana-mana, kemudian ketemu dengan keluarganya, saudaranya, orang yang dicintainya dan secara tidak langsung menulari. Ini yang berbahaya,” pungkasnya.

Dalam upaya penanganan covid-19, BNPB sebagai Satgas Penanganan Covid-19 memberikan dukungan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Adapun bantuan tersebut berupa 2 buah ventilator, 2 buah disinfectan sprayer, 5 buah thermometer gun, 10 jeriken hand sanitizer, 50 APD hazmat, 2.000 face shield, 10.000 lembar masker respirator KN95, 30.000 lembar masker nonmedis dan masker kain sebanyak 200.000 lembar. (H-3)

BERITA TERKAIT